Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta Destria

Official Writer
1136


Ada seorang anak yang sedang berkunjung ke rumah kakeknya. Rumah sang kakek berada di kaki bukit dengan pekarangan yang luas. Di belakang rumah, kita bisa melihat kandang sapi, domba dan bebek. Anak tersebut mengelilingi rumah kakeknya. 

Tidak lupa kakek mengajak anak tersebut untuk memberi makan semua binatang ternaknya. Sampai akhirnya tiba giliran bebek-bebek. Melihat keseruan bebek-bebek berebut makanan, anak tersebut melemparkan karet gelang yang sedari tadi ia pegang. 

Semula bebek-bebek sibuk mencari makan, kini bebek-bebek tersebut justru memperebutkan karet gelang yang anak tersebut lemparkan. Awalnya, bebek yang lebih besar yang mendapatkan karet gelang tersebut. Kemudian bebek lain ingin mendapatkannya dengan merebut karet tersebut dari paruh bebek tersebut. 

Melihat hal tersebut, seakan anak bebek tidak ingin kehilangan karet gelang tadi. Masing-masing bebek ingin mendapatkan karet gelang yang sebenarnya tidak berguna bagi mereka. Melihat kelakuan anak kecil yang Nampak seru melihat tingkah bebek, sang kakek hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. 

Cerita bebek diatas mirip seperti kita yang seringkali berusaha mati-matian untuk mendapatkan hal yang sebenarnya tidak berharga untuk hidupnya. Misalnya saja gengsi. Seberapa keras kita mencoba untuk mendapatkannya? Karena gengsi, kita jadi malu jika menggunakan pakaian yang tidak mengikuti trend masa kini. 

Kita cenderung memilih barang mahal yang sebenarnya tidak kita butuhkan hanya agar orang lain respek terhadap kita. Padahal, kalau kembali dipikir, apa sih manfaatnya jika kita terus menerut mengejar gengsi? Tidak semua orang akan menilai kita dari apa yang kita pakai, kok. Justru respek dari orang lain itu bisa kita dapat dari cara bertutur dan berperilaku. 

Seperti yang tertulis pada 2 Timotius 2:22, “Sebab itu jauhilah nafsu muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” Bukannya adalah sia-sia jika kita hanya berpenampilan keren namun tidak punya prestasi yang bisa di banggakan? 

Adalah hal yang sia-sia jika kita berpenampilan elegan dan menarik namun masih sering melukai perasaan orang lain. Seperti bebek-bebek tadi, kita harus mengejar segala sesuatu yang berguna di dalam hidup ini. Jangan sampai kita hanya mengejar karet gelang yang sebenarnya tidak memiliki manfaat untuk kita. 

KIta memang harus berani bayar harga untuk mengejar apa yang kita mau dalam kehidupan ini. Namun, perlu diingat kalau selama keinginan yang kita mau itu sesuai dengan kehendak Tuhan, maka perjalanan yang akan kita hadapi pun tidak akan menjadi sia-sia. 

Karenanya, ayo mulai mendekatkan diri kita kepada Tuhan agar kita bisa menjauh dari kesia-siaan dan menjalani kehidupan yang lebih berharga. Mumpung kita masih punya banyak waktu, mulai fokus terhadap keinginan kita dan mengabaikan hal-hal yang tidak penting.  


Sumber : jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Stefanus Sapta 16 January 2018 - 14:05:40

pengaruh negatif sosial media terhadap hubungan su.. more..

0 Answer

Bennett 15 January 2018 - 18:41:53

Hitunglah energi potensial benda 10kg pada ketingg.. more..

0 Answer

Yasin al farisi 15 January 2018 - 17:20:39

Dua buah gaya dikatakan seimbang bila

0 Answer


Eliseo hizkia 9 January 2018 - 20:09:12
Saya Pribadi sudah merasa begitu lelah menghadapi ... more..

Desy Natalia Putri Lumbanbatu 6 January 2018 - 23:09:26
Sebenarnya saya sudah diujung keputusasaan.. Buka... more..

Agus Hermawan 5 January 2018 - 11:47:42
Saya sudah jenuh menjalani hidup yg begini terus, ... more..

susy christina 30 December 2017 - 16:14:31
Saya LDR bertahun tahun dengan suami, kami sudah p... more..

Banner Mitra Week 2


7357

advertise with us