Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
1817


Ada seorang anak yang sedang berkunjung ke rumah kakeknya. Rumah sang kakek berada di kaki bukit dengan pekarangan yang luas. Di belakang rumah, kita bisa melihat kandang sapi, domba dan bebek. Anak tersebut mengelilingi rumah kakeknya. 

Tidak lupa kakek mengajak anak tersebut untuk memberi makan semua binatang ternaknya. Sampai akhirnya tiba giliran bebek-bebek. Melihat keseruan bebek-bebek berebut makanan, anak tersebut melemparkan karet gelang yang sedari tadi ia pegang. 

Semula bebek-bebek sibuk mencari makan, kini bebek-bebek tersebut justru memperebutkan karet gelang yang anak tersebut lemparkan. Awalnya, bebek yang lebih besar yang mendapatkan karet gelang tersebut. Kemudian bebek lain ingin mendapatkannya dengan merebut karet tersebut dari paruh bebek tersebut. 

Melihat hal tersebut, seakan anak bebek tidak ingin kehilangan karet gelang tadi. Masing-masing bebek ingin mendapatkan karet gelang yang sebenarnya tidak berguna bagi mereka. Melihat kelakuan anak kecil yang Nampak seru melihat tingkah bebek, sang kakek hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. 

Cerita bebek diatas mirip seperti kita yang seringkali berusaha mati-matian untuk mendapatkan hal yang sebenarnya tidak berharga untuk hidupnya. Misalnya saja gengsi. Seberapa keras kita mencoba untuk mendapatkannya? Karena gengsi, kita jadi malu jika menggunakan pakaian yang tidak mengikuti trend masa kini. 

Kita cenderung memilih barang mahal yang sebenarnya tidak kita butuhkan hanya agar orang lain respek terhadap kita. Padahal, kalau kembali dipikir, apa sih manfaatnya jika kita terus menerut mengejar gengsi? Tidak semua orang akan menilai kita dari apa yang kita pakai, kok. Justru respek dari orang lain itu bisa kita dapat dari cara bertutur dan berperilaku. 

Seperti yang tertulis pada 2 Timotius 2:22, “Sebab itu jauhilah nafsu muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” Bukannya adalah sia-sia jika kita hanya berpenampilan keren namun tidak punya prestasi yang bisa di banggakan? 

Adalah hal yang sia-sia jika kita berpenampilan elegan dan menarik namun masih sering melukai perasaan orang lain. Seperti bebek-bebek tadi, kita harus mengejar segala sesuatu yang berguna di dalam hidup ini. Jangan sampai kita hanya mengejar karet gelang yang sebenarnya tidak memiliki manfaat untuk kita. 

KIta memang harus berani bayar harga untuk mengejar apa yang kita mau dalam kehidupan ini. Namun, perlu diingat kalau selama keinginan yang kita mau itu sesuai dengan kehendak Tuhan, maka perjalanan yang akan kita hadapi pun tidak akan menjadi sia-sia. 

Karenanya, ayo mulai mendekatkan diri kita kepada Tuhan agar kita bisa menjauh dari kesia-siaan dan menjalani kehidupan yang lebih berharga. Mumpung kita masih punya banyak waktu, mulai fokus terhadap keinginan kita dan mengabaikan hal-hal yang tidak penting.  


Sumber : jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Ario Purwo 21 June 2018 - 13:20:03

yesus kecil

0 Answer

Ganda Doloksaribu 21 June 2018 - 10:46:42

Apakah semua manusia pasti mati?

0 Answer

Nehemia 18 June 2018 - 21:20:15

Cara mempertahankan hubungan

0 Answer


MyAryaputra 12 June 2018 - 16:39:42
Mohon dukungan doa untuk pendanaan pembelian tanah... more..

Grace Natalia 2 June 2018 - 18:51:31
Shalom saya grace Saya mohon didoakan untuk diberi... more..

Deonita Putri Jurdjo 16 May 2018 - 14:34:33
Shalom, saya Deonita. saya mohon doa untuk kelanca... more..

christina wijaya 7 May 2018 - 08:10:28
mohon doanya agar pernikahan saya dan suami dipuli... more..

Banner Mitra Week  3


7438

advertise with us