Tidak Jadi Di Monas, Gubernur Anies Pindahkan Acara Natalannya ke Lokasi Ini!

Nasional / 20 December 2017

Kalangan Sendiri

Tidak Jadi Di Monas, Gubernur Anies Pindahkan Acara Natalannya ke Lokasi Ini!

Budhi Marpaung Official Writer
2881

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan bahwa acara Natal bersama yang digelar oleh pihaknya selaku pemerintah provinsi tidak jadi di lapangan Monumen Nasional (Monas). Sebagai gantinya adalah Jakarta International Expo.    

"Pemprov akan menyelenggarakan (Natal bersama) dan ketika bertemu ada yang mau di Monas, ada yang mau indoor, ada yang mau outdoor gitu. Akhirnya kita putuskan bahwa kita akan selenggarakan di Jakarta International Expo supaya bisa semuanya mengikuti, karena bagi kami nggak ada bedanya, bagi kami sama saja," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (19/12).


Anies menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta di dalam acara Natal ini sesungguhnya adalah sebagai fasilitator. Oleh karena itu, sebisa mungkin pihaknya bekerja dengan baik dalam memfasilitasi semua pihak terkait kegiatan yang ditujukan bagi seluruh umat Kristiani di Jakarta ini.

"Jadi ramai-ramai di luar itu saya nggak mau komentar, padahal sudah dipesan dua minggu lalu tempatnya, tapi memang tujuan kami itu saya komunikasi ke semuanya. Sudah semuanya iya, paham, baru saya umumkan," jelas Anies.

Pria yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Joko Widodo ini pun menyatakan jika tidak ada perubahan dari panitia pelaksana, acara Natal Bersama yang dimaksudkan dilaksanakan pada 5 Januari 2018.

Seperti diketahui, sejak disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) secara tegas menyatakan penolakannya jika Natal bersama dilaksanakan di Monas.

Baca juga: Soal Natalan di Lapangan Monas, Pdt. Gomar Gultom: Nuansa Politik Sangat Kental

Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom bahkan dengan terbuka mengatakan bahwa Natal di Monas sarat akan kepentingan politik.

Dalam pandangan Gomar, Lapangan Monas yang adalah ruang publik sudah sepatutnya menjadi tempat netral. Kalaupun ada umat beragama yang ingin mengadakan kegiatan keagamaannya, dia menilai masih ada gedung-gedung atau pun lapangan yang bisa disewakan.

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami