Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
930


Pohon Natal merupakan salah satu ornamen hiasan Natal yang tidak boleh terlupa ketika Natal tiba. Ketika mendekati Natal, biasanya gereja-gereja sudah mulai sibuk menghiasi ruangan dengan pernak pernik khas Natal termasuk mempersiapkan pohon Natal. 

Perbedaannya adalah ketika orang lain memilih cemara sebagai pohon Natal, dua gereja ini justru memilih untuk mengkreasikan sendiri pohon Natalnya. 

Pohon Natal dari CD di GKP (Gereja Kristen Pasundan) Depok 


Gereja yang berlokasi tak jauh dari Stasiun Depok Lama, Jawa Barat ini memilih untuk mengganti pohon cemara dengan kepingan CD (compact disk) bekas. Pohon Natal dari kepingan CD ini terlihat menghiasi pekarangan Gereja Kristen Pasundan jemaat Depok. 

Menurut Andi Endong selaku Ketua Hari Raya Gerejawi GKP jemaat depok, pohon Natal CD ini tidaklah sulit, hanya saja membutuhkan waktu yang lama karena setiap CD harus dipasangi empat lampu kecil. 

Pohon Natal CD ini terdiri dari sekitar 1.000 CD bekas yang kemudian di bungkus plastik transparan agar terlindung dari hujan. Dengan tinggi 5,5 meter, pohon Natal ini berhasil dirakit sejak pertengahan November hingga awal Desember lalu. 

"Kami mengerjakan ini selama dua mingguan. Pertengahan November kita rancang, kita rakit kerangkanya. Lalu tanggal 1 Desember sudah jadi. CD-CDnya dikumpulkan dari jemaat, daripada numpuk di rumah nggak terpakai," ungkap Andi. 

Ternyata ini bukanlah kali pertama GKP jemaat Depok mendirikan pohon Natal yang tergolong unik. Tahun sebelumnya, mereka sukses mendirikan pohon natal dari 7.000 botol air mineral setinggi 12 meter. 

Pohon Natal dari hasil bumi di Ambarawa

 

Gereja Santo Thomas Rasul Bendono di Ambarawa, Jawa Tengah memilih jagung sebagai bahan pohon Natalnya kali ini. Sebelumnya, gereja ini menggunakan pisang, sabut kelapa, bahkan petai yang kemudian dirangkai menyerupai bentuk pohon Natal. 

Romo Patricius Hartono selaku Pastor Paroku Gereja Santo Thomas Rasul Bendono mengatakan bahwa tema hasil bumi ini karena sebagian besar jemaat adalah petani. 

"Umat di Bedono yang berlatar belakang agraris, di daerah buah-buahan, yang paling banyak ya yang punya buah. Kenapa tidak dimanfaatkan kekayaan buah lokal itu?" Ungkap Romo Hartono. 

Baca juga: Rayakan Natal Berbeda, Purbalingga Libatkan FKUB dan Gunakan Tradisi Kejawen

Ia juga mengatakan bahwa gereja yang dipimpinnya tengah mengembangkan gereja yang membumi yang sesuai dengan adat kebudayaan setempat. 

"Kalau kita tidak punya cemara, mengapa harus memaksa diri memakai pohon cemara untuk Natalan? Itu justru tidak jujur," katanya.


Sumber : bbc

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Farrel Riandsa 20 September 2018 - 19:10:16

dampak jika bertanggung jawab?

0 Answer

Farrel Riandsa 20 September 2018 - 16:10:19

mufiz itu siapai

0 Answer

Farrel Riandsa 20 September 2018 - 16:10:00

lol itu apa

0 Answer


Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Goldha Mofu 30 August 2018 - 06:51:51
Kiranya Tuhan Yesus memberikan jawaban dan jalan k... more..

Ridoe Perdana 14 August 2018 - 11:19:06
Saya mohon dukungan doa dalam masa pacaran agar di... more..

Fenfen 13 August 2018 - 18:10:19
Syalom sahabat2 semua, saat ini saya sedang ada pe... more..

Banner Mitra Week  3


7195

advertise with us