Walau Dari Bahan Tak Biasa,Pohon Natal di Gereja-gereja ini Jadi Keliatan Keren Banget Lho

Nasional / 19 December 2017

Kalangan Sendiri

Walau Dari Bahan Tak Biasa,Pohon Natal di Gereja-gereja ini Jadi Keliatan Keren Banget Lho

Inta Official Writer
4304

Pohon Natal merupakan salah satu ornamen hiasan Natal yang tidak boleh terlupa ketika Natal tiba. Ketika mendekati Natal, biasanya gereja-gereja sudah mulai sibuk menghiasi ruangan dengan pernak pernik khas Natal termasuk mempersiapkan pohon Natal. 

Perbedaannya adalah ketika orang lain memilih cemara sebagai pohon Natal, dua gereja ini justru memilih untuk mengkreasikan sendiri pohon Natalnya. 

Pohon Natal dari CD di GKP (Gereja Kristen Pasundan) Depok 


Gereja yang berlokasi tak jauh dari Stasiun Depok Lama, Jawa Barat ini memilih untuk mengganti pohon cemara dengan kepingan CD (compact disk) bekas. Pohon Natal dari kepingan CD ini terlihat menghiasi pekarangan Gereja Kristen Pasundan jemaat Depok. 

Menurut Andi Endong selaku Ketua Hari Raya Gerejawi GKP jemaat depok, pohon Natal CD ini tidaklah sulit, hanya saja membutuhkan waktu yang lama karena setiap CD harus dipasangi empat lampu kecil. 

Pohon Natal CD ini terdiri dari sekitar 1.000 CD bekas yang kemudian di bungkus plastik transparan agar terlindung dari hujan. Dengan tinggi 5,5 meter, pohon Natal ini berhasil dirakit sejak pertengahan November hingga awal Desember lalu. 

"Kami mengerjakan ini selama dua mingguan. Pertengahan November kita rancang, kita rakit kerangkanya. Lalu tanggal 1 Desember sudah jadi. CD-CDnya dikumpulkan dari jemaat, daripada numpuk di rumah nggak terpakai," ungkap Andi. 

Ternyata ini bukanlah kali pertama GKP jemaat Depok mendirikan pohon Natal yang tergolong unik. Tahun sebelumnya, mereka sukses mendirikan pohon natal dari 7.000 botol air mineral setinggi 12 meter. 

Pohon Natal dari hasil bumi di Ambarawa

 

Gereja Santo Thomas Rasul Bendono di Ambarawa, Jawa Tengah memilih jagung sebagai bahan pohon Natalnya kali ini. Sebelumnya, gereja ini menggunakan pisang, sabut kelapa, bahkan petai yang kemudian dirangkai menyerupai bentuk pohon Natal. 

Romo Patricius Hartono selaku Pastor Paroku Gereja Santo Thomas Rasul Bendono mengatakan bahwa tema hasil bumi ini karena sebagian besar jemaat adalah petani. 

"Umat di Bedono yang berlatar belakang agraris, di daerah buah-buahan, yang paling banyak ya yang punya buah. Kenapa tidak dimanfaatkan kekayaan buah lokal itu?" Ungkap Romo Hartono. 

Baca juga: Rayakan Natal Berbeda, Purbalingga Libatkan FKUB dan Gunakan Tradisi Kejawen

Ia juga mengatakan bahwa gereja yang dipimpinnya tengah mengembangkan gereja yang membumi yang sesuai dengan adat kebudayaan setempat. 

"Kalau kita tidak punya cemara, mengapa harus memaksa diri memakai pohon cemara untuk Natalan? Itu justru tidak jujur," katanya.


Sumber : bbc
Halaman :
1

Ikuti Kami