Meski Amerika Akui Yerusalem Ibukota Israel, Pdt Japarlin Tak Setuju Akhir Zaman Dah Dekat

Meski Amerika Akui Yerusalem Ibukota Israel, Pdt Japarlin Tak Setuju Akhir Zaman Dah Dekat

Budhi Marpaung Official Writer
6922

Peristiwa pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel, dianggap sebagai tanda akhir zaman semakin mendekat. Namun, Pdt Japarlin Marbun menyatakan tidak sependapat dengan hal itu. Sang Ketua Umum Sinode Gereja Bethel Indonesia beralasan sampai sekarang ada perbedaan pendapat tentang Israel yang ada sekarang dengan yang ada di Alkitab.

“Itu kan kajiannya juga bermacam-macam. Tapi kalau buat saya sekarang ini, satu sisi ini adalah fenomena politik, kita wait and see apa yang terjadi kemudian, lalu kita lihat, lihat dan amati. Tapi terlalu mudah mengatakan bahwa ini adalah penggenapan bahwa Tuhan akan segera datang, saya rasa terlalu jauh juga,” jelas Pdt. Japarlin Marbun kepada Jawaban.Com di Graha Bethel, Jakarta, Selasa (12/12).


Namun begitu, Pdt. Japarlin Marbun menegaskan sambil bahwa sebagai orang Kristen, kita tetap harus berdoa dan berjaga-jaga karena memang Yesus mengatakan di Alkitab terkait kedatangan-Nya yang kedua kali ke muka bumi. “Tanpa ini pun (peristiwa pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibukota Israel, red), kita berdoa dan berjaga-jaga, waspada. Tanpa ini pun, kita tetap melakukan itu. Tetapi kalau kita langsung mengatakan oh inilah yang dimaksud dengan itu, rasanya kalau menurut saya terlalu jauh,” imbuh Pdt. Japarlin Marbun

Seperti diberitakan sebelumnya, penginjil sekaligus pendiri dan Direktur Lamb dan Lion Ministries, Dr. David Reagan menyatakan mendukung langkah yang diambil pemerintah Amerika Serikat yang kini dibawah pimpinan Presiden Donald Trump. Menurut Reagan, pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh Presiden Trump merupakan tanda-tanda akhir zaman dan kedatangan Mesias yang sudah semakin dekat.

Reagan menjelaskan tanda pertama akhir zaman yang akan datang adalah ‘pengangkatan’ orang-orang percaya, termasuk 50 juta orang Kristen terangkat ke surga dan mendapatkan kehidupan yang abadi. Setelah itu akan muncul tanda kedua yaitu ‘Masa Kesengsaraan Besar’ yang akan terjadi selama tujuh tahun.

"Orang-orang Kristen Injili Amerika pada umumnya percaya kalau kemungkinan besar akan ada perang melawan Israel yang dalam Alkitab disebut ‘Perang Pemusnahan’ dimana semua negara Muslim yang berbatasan langsung dengan Israel akan ditaklukkan oleh negara itu. Lalu dunia Arab akan menghadapi kepanikan dan meminta pertolongan dari Rusia. Lalu Rusia akan turun tangan bersama dengan sekelompok negara lainnya, seperti Persia dan Turki. Tapi mereka akan ditaklukkan di pegunungan Israel," ucapnya.

Baca juga: Donald Trump Akui Yerusalem Ibukota Israel, Penginjil Kristen Ini Yakin Akhir Zaman Sudah Dekat

Dr. Reagan juga menyampaikan bahwa perang akhir zaman ini akan melibatkan berbagai negara. Tapi perang ini akan diakhiri dengan kedatangan Yesus dan muncul di Bukit Zaitun di Yerusalem. Dia akan memperkatakan perkataan yang dahsyat dan akan menghancurkan semua tentara Antikristus. Dia pun akan memerintah seluruh bumi selama seribu tahun. Itu sebabnya masa itu disebut sebagai pemerintahan seribu tahun.

Sementara semua orang yang menolak untuk menerima Yesus akan diserahkan kepada kebinasaan. Sebaliknya, mereka yang menerima-Nya akan hidup selama seribu tahun.

Sumber : Jawaban.Com
Halaman :
1

Ikuti Kami