Inta

Official Writer
3208


“Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.” (Markus 13:33)

Ayat Alkitab diatas mengingatkan saya ketika masa kuliah dulu. Saya melakukan segala cara agar bisa terus terjaga. Tegukan kopi rasanya sudah tidak terhitung, jari sudah berteriak minta berhenti. Belum lagi otak yang terngiang-ngiang deadline yang bikin tidur saya tidak nyenyak. 

Agar saya tetap terjaga, saya harus memposisikan duduk saya dengan lurus, memastikan bahwa ada lagu yang saya putar. Ketika kehilangan fokus, saya akan langsung meneguk air putih. Walaupun sebenarnya ini akan membuat saya jadi sering pergi ke toilet, tapi hal ini justru membuat saya tetap terjaga karena harus bangun dan berjalan menuju toilet. 

Upaya saya dalam mengusahakan agar bisa terjaga sepanjang malam karena dikejar deadline berhasil karena saya mencoba untuk mencari tahu mengenai kelemahan dan kekuatan dalam diri saya. 

Dalam Markus, tertulis agar kita berjaga-jaga dalam menunggu kedatangan Tuhan. Jika kita pikir berjaga agar tidak tertidur saja sudah sulit, bagaimana kalau berjaga untuk melawan keinginan duniawi? 

Kira-kira, kapan sih waktunya Tuhan? Dalam 2 Petrus 3:8, “Akan tetapi, saudara-saudaraku, yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.”

Buat Tuhan, waktu seribu tahun sama seperti satu hari. Bukankah hal tersebut juga menjelaskan bahwa kedatangan Tuhan sebenarnya sebentar lagi? Apakah kita sudah mempersiapkan untuk bekerja sesuai dengan kehendak-Nya? 

Mempersiapkan sebuah deadline dan menahan kantuk saja rasanya sudah luar biasa susahnya. Apalagi ketika kita mempersiapkan kedatangan Tuhan dimana ada banyak iming-iming duniawi yang nampak nikmat?

Pertanyaannya, apakah masing-masing dari kita bisa menahan godaan duniawi tersebut? Tentu saja bisa. Bukankah Tuhan bilang kalau tidak ada yang mustahil bagi Tuhan? Kita yang diciptakan lebih mulia dari segala makhluk dikaruniai akal budi untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. 

Seperti biasa, sebelum melakukan segala pekerjaan kami, di kantor akan ada sharing. Kami berbicara mengenai kepercayaan. Bagaimana seseorang bisa mendapatkan kasih karunia dan perjumpaan dengan pribadi Kristus yang kemudian menjadikan kekuatan kita agar mampu memikul salib. 

Baca juga: Badai Itu Pasti, Tuhan Mau Kita Membangun Rumah Diatas Batu Yang Kokoh

Ada banyak godaan yang ada disekeliling kita. Ketika Yesus memikul salib, Dia terjatuh hingga tiga kali. Bukankah hal itu sudah menunjukan bahwa memikul salib bukanlah pekerjaan yang mudah? Lewat sharing tadi pagi, saya jadi menggaris bawahi bahwa untuk berjaga-jaga, kita memang perlu mengenali apa yang menjadi kelemahan kita. 

Ketika kita menyadari kelemahan kita, kita bisa meminta bantuan Roh Kudus untuk menjaga dan menguatkan kita dalam menjalani kehidupan sambil memikul salib hingga kedatangan Yesus kembali untuk kedua kalinya. Sebab kekuatan kita sendiri terbatas, namun kekuatan Tuhan tidak terbatas, dan firman-Nya berkata, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filipi 4:13).

Sumber : jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Bestina 123 1 April 2020 - 06:38:40

Apa arti Tuhan mengindahkan Elkana dan Hana

0 Answer

Sriyanna 31 March 2020 - 23:45:14

Cara bebas utang kartu kredit

0 Answer

Sriyanna 31 March 2020 - 23:44:30

Cara bebas utang

0 Answer


Dans Beem 23 March 2020 - 22:36:34
Dsni saya memohon agar abang saya di doain, untuk ... more..

Nining Bella 23 March 2020 - 01:52:16
shallom saudara seiman,..saat ini keluargaku terli... more..

Edward Harjono 17 March 2020 - 22:54:24
Dukung doa anak saya Evan spy komitment dalam renc... more..

adiek sheptina 25 February 2020 - 10:15:45
Saudara, mohon bantuan doa utk saya yang mencari p... more..

Banner Mitra April Week 2


7270

advertise with us