Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
3495


Mengontrol emosi sudah barang tentu jadi PR semua orang. Karena itulah setiap kita harus terus belajar setiap hari untuk bisa tunduk dan mematikan emosi yang nggak benar.

Sebagai orang Kristen kita tahu bahwa kita adalah orang-orang merdeka yang harusnya tak lagi diperbudak oleh apapun, termasuk perasaan. Satu-satunya teladan yang harus kita contoh adalah Tuhan Yesus sendiri. Sudah sepantasnya kita hidup dalam buah roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5: 22-23).

Terkadang kita memang akan berhadapan dengan orang-orang yang menyebalkan dan memicu amarah. Apalagi kalau hal ini bicara soal masalah besar yang menyebabkan kerugian besar. Kadang kita akan terbawa emosi dan menjadi marah atau geram.

Baca Juga :Kamu yang Suka Emosian, Perlu Baca Penelitian Ini Dulu…

Tapi benarkah tindakan ini sesuai dengan firman Tuhan? Di dalam Amsal 29: 11 dikatakan, “Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.” Ayat ini menyampaikan bahwa orang-orang yang mudah geram dan melampiaskan amarah disamakan seperti orang bebal. Tapi orang yang menahan emosi disebut adalah orang bijak.

Mungkin sebagian diantara kita punya masa lalu yang buruk. Mungkin di masa lalu kamu menghadapi perlakuan yang kurang baik dari seseorang sehingga masih terus melekat kuat diingatanmu. Kamu mungkin masih belum bisa memaafkannya sehingga kenangan itu masih terus menguasaimu dan bahkan mengubah sikapmu menjadi pribadi yang meledak-ledak dan pemarah, itu artinya emosimu memang sedang bermasalah. Kita tidak akan pernah lulus dari ujian emosi kalau pengalaman masa lalu belum selesai.

Baca Juga : Boleh Marah Asal Tidak Berbuat Dosa

Untuk itulah, penting sekali mengatasi masalah emosi ini dengan cara yang tepat. Lakukanlah 3 cara alkitabiah ini secara perlahan-lahan dan alamilah perubahan di dalam dirimu.

Sebelum marah, ingatlah bahwa kemarahanmu harus terkontrol

Untuk diketahui, marah bukanlah suatu dosa kalau ditempatkan tepat pada kondisinya. Bukankah Yesus pun pernah marah saat menyaksikan bait Allah dijadikan sebagai tempat berjualan (Yohanes 2: 13-16)? Tapi Dia marah dengan pantas dalam kondisi yang pantas pula. Yang jadi salah adalah kalau kita marah dengan cara yang kurang pantas. Misalnya, mencaci maki atau bertindak kasar kepada orang lain.

“Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Mazmur 4: 4)

Atau kalau ada seseorang yang menyinggung perasaanmu, akuilah dengan cara yang baik. Jangan malah membalasnya dengan cara menyinggungnya. Jangan pernah mengucapkan kata-kata kutukan, kekerasan, atau penghinaan. Akan lebih baik jika kamu tak mampu mengontrol ucapanmu, pilihlah untuk menghindar atau tak perlu menanggapinya.

Milikilah kerendahan hati untuk mau memaafkan kesalahan orang lain

Forgive but not forget. Mengampuni tapi tidak melupakan adalah istilah yang banyak sekali diucapkan oleh orang-orang. Kenyataannya memang begitu. Tapi sekalipun kita tak bisa melupakan kesalahan seseorang, setidaknya kita sudah mau mengampuninya dengan rendah hati. Karena saat kita mengampuni orang yang berlaku salah, dengan sendirinya dia akan menyadari bahwa dia salah.

Jadi, maafkanlah mereka yang berbuat salah. Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (Efesus 4: 26).

Fokuslah pada kebaikan Tuhan

Fokus pada kesalahan dan sakit hati tak akan membuatmu merasa lebih baik. Sebaliknya, emosimu hanya akan bertambah besar. Karena itu lebih baik terus memfokuskan diri kepada teladan kita yaitu Yesus. Hanya Dia pribadi yang jadi sumber pengharapan dan sukacita kita.

“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” (Matius 6: 22-23)

Baca Juga : Obat Amarah

Daripada kita hanya fokus pada kesalahan orang lain, lebih baik fokus pada kebenaran firman Tuhan dan menjadi serupa dengan Dia. Kunci untuk bisa hidup seperti teladan Yesus ya hanya satu yaitu mau terus belajar menguasai diri dan menghidupi buah roh dalam hidup kita. 

Sumber : CT/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Khoirul Ulum 20 May 2018 - 13:29:33

bantu sy untuk keluar dr hutang2 sy

1 Answer

Maureen Subroto 18 May 2018 - 23:04:05

sy ingin punya teman curhat

1 Answer

Wishnu Kencana 18 May 2018 - 17:04:47

terpanggil untuk merendahkan diri

1 Answer


Deonita Putri Jurdjo 16 May 2018 - 14:34:33
Shalom, saya Deonita. saya mohon doa untuk kelanca... more..

christina wijaya 7 May 2018 - 08:10:28
mohon doanya agar pernikahan saya dan suami dipuli... more..

Inge 26 April 2018 - 23:32:57
Mohon doa untuk suami saya, Yusuf, dengan luka bat... more..

Shirley herlin 26 April 2018 - 23:03:07
Mohon bantuan doa pembebasan dari Roh jahat, mohon... more..

Banner Mitra Week  3


7429

IMAGO