Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta Destria

Official Writer
738


Kiki namanya, seorang teman SMA yang sangat dekat dengan saya. Semasa SMA dulu, teman bagi saya adalah segalanya. Saya mencari berbagai macam cara agar bisa mendapatkan banyak teman. Teman sebagai tempat nyontek, mentor belajar, sampai penasehat pribadi. Kiki, buat saya adalah teman yang sesuai dengan apa yang saya cari. 

Agar Kiki nyaman berada didekat saya, saya rela menjadi seperti apa yang ia mau. Kiki bilang, saya harus punya rambut panjang agar dilirik oleh kakak kelas, saya mengikutinya. Pun ketika ia meminta saya untuk merengek pada ibu untuk dibelikan sepatu basket agar bisa menemani Kiki main basket. Padahal, melempar bola pun saya tidak bisa.

Suatu saat,  Kiki bilang saya bawel. Ia juga melanjutkan bahwa sikap saya yang bawel ini sangat membuat Kiki risih. Padahal, menurut saya, Kikilah yang bawel. Karena merasa hal ini cukup serius, saya bertanya kepada teman yang lain apakah benar saya bawel dan apakah hal itu mengganggu mereka. Jawaban mereka beragam, namun kebanyakan membenarkan hal itu. Butuh waktu yang cukup lama, tetapi akhirnya saya menerima bahwa saya memang bawel. Saya tahu kalau saya bawel dan saya perlu berubah agar orang-orang sekitar nyaman ketika berada didekat saya.  Tak lama kemudian, saya memiliki teman banyak, tidak hanya Kiki.

Ada banyak perkara yang sebenarnya berasal dari pribadi kita sendiri. Tuhan Yesus mengajarkan kita hukum kasih, “Kasihilan sesamamu manusia seperti dirimu sendiri..” Firman Tuhan ini juga menjelaskan bahwa kita perlu mengasihi diri sendiri. Jika ada teguran yang menimpa kita, maka yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki diri sebaik mungkin. 

Cerita diatas mengingatkan kita bahwa memang perlu waktu untuk menerima semua keburukan yang ada di dalam pribadi kita sendiri. Terkadang kita justru berkata bahwa kita tidak perlu berubah, kita tetap bersikeras bahwa sikap yang kita miliki adalah yang terbaik. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Jika kita sudah mengetahui bahwa itu buruk, maka kita perlu mengubahnya. 

Perlu kita ingat bahwa Tuhan menginginkan kita untuk terus berbenah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Bagaimana Tuhan membentuk pribadi kita tersebut? Teguran Tuhan bisa beragam, bisa jadi menghadirkan sosok seperti Kiki, musibah atau penyakit dan masih banyak lagi. Kasih Tuhan bagi kita tidak pernah setengah-setengah. Teguran-teguran dipakai Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi. 

Sebagai murid-Nya, Tuhan Yesus selalu berpesan agar kita dapat mencerminkan seorang Kristen dalam kehidupan sehari-hari kita. Menerima  diri sendiri dan berubah sesuai dengan kehendakNya merupakan salah satu caranya. Seperti yang ditulis di Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna.” 

Baca Juga: Dikritik Itu Memang Sakit, Tapi Kalau Kamu Sikapi Dengan Benar Bisa Mendatangkan Kebaikan

Sumber : jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Stefanus Sapta 16 January 2018 - 14:05:40

pengaruh negatif sosial media terhadap hubungan su.. more..

1 Answer

Bennett 15 January 2018 - 18:41:53

Hitunglah energi potensial benda 10kg pada ketingg.. more..

0 Answer

Yasin al farisi 15 January 2018 - 17:20:39

Dua buah gaya dikatakan seimbang bila

0 Answer


Eliseo hizkia 9 January 2018 - 20:09:12
Saya Pribadi sudah merasa begitu lelah menghadapi ... more..

Desy Natalia Putri Lumbanbatu 6 January 2018 - 23:09:26
Sebenarnya saya sudah diujung keputusasaan.. Buka... more..

Agus Hermawan 5 January 2018 - 11:47:42
Saya sudah jenuh menjalani hidup yg begini terus, ... more..

susy christina 30 December 2017 - 16:14:31
Saya LDR bertahun tahun dengan suami, kami sudah p... more..

Banner Mitra Week 2


7358

advertise with us