Eggi Sudjana: Trinitas Kristen Bertentangan dengan Sila Pertama Pancasila

Eggi Sudjana: Trinitas Kristen Bertentangan dengan Sila Pertama Pancasila

daniel.tanamal Official Writer
8278

Dalam sidang gugatan uji materi terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas) di Mahkamah Konstitusi, aktivis senior Eggi Sudjana mengatakan bahwa jika Perppu Ormas tetap berlaku, maka konsekuensi hukumnya adalah siapapun atau apapun ajaran yang bertentangan dengan Pancasila harus dibubarkan, salahsatunya adalah agama Kristen yang punya ajaran Trinitas.

Menurut Eggy, Kristen dengan ajaran Trinitas-nya adalah salahsatu agama yang bertentangan dengan Pancasila yaitu sila pertama. Selain Kristen, Eggy juga menyebut beberapa agama lain yang dianggapnya sama, bertentangan dengan Pancasila. “Pertanyaan seriusnya, ada gak ajaran lain selain Islam tentang Ketuhanan Yang Maha Esa ? Itu bertentangan, itu serius,” kata Eggi kepada Hakim Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat.

Hakim Arief pun segera menginterupsi pernyataan Eggi tersebut. “Itu kan pendapat pemohon (Eggi),” ujarnya. Eggi pun balik menjawab bahwa persoalan tersebut harus ditanggapi oleh termohon yaitu pemerintah.

Setelahnya Eggi didampingi sejumlah rekannya menanggapi pendapatnya di dalam ruangan persidangan. “Tidak ada ajaran selain Islam ya, ingat ya, garis bawahi, selain Islam, yang seusai dengan Pancasila, selain Islam bertentangan,” kata Eggi, seraya menyebut sejumlah agama yang dianggapnya bertentangan. “Kristen trinitas, Hindu trimurti, Budha sepengetahuan saya tidak punya konsep Tuhan, kecuali dengan proses amitabha dan apa yang diajarkan Siddharta Gautama,” tuturnya.

Pernyataan Eggy tersebut sontak mengundang reaksi beragam dari berbagai pihak. Dari kalangan Kristen yaitu Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyatakan tidak akan mau berpolemik lebih dalam sembariu menyayangkan pernyataan tersebut. Sementara itu Tokoh Agama Katolik, Romo Franz Magnis Suseno, menilai apa yang disampaikan Eggy adalah sebuah kekeliruan bahkan cenderung memperlihatkan sebuah kesombongan. “(Letak) kesombongannya adalah (ketika) dia merasa tahu agama sendiri, lalu merasa bisa menilai agama lain,” katanya.

Beberapa pihak pun segera bereaksi dengan melaporkan pernyataan Eggy ini yang dinilai dapat mengundang permusuhan diantara sesama anak bangsa.

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami