Naomii Simbolon

Official Writer
5087


Waktu aku berjalan menyusuri perumahan rumahku beberapa waktu lalu, aku melihat seorang Ibu memberi uang kepada seorang pengemis senilai 50 ribu.

Dalam benakku, “lumayan sekali uangnya bisa buat makan satu atau dua hari.”

Aku pun melewati si kakek pengemis itu, aku melihati wajahnya dan dia menatapku dengan mata kosong. Kudekati, aku tanya, “Kenapa kakek memutuskan untuk mengemis? Mengemis itu kan nggak bagus (maksudku sedikit hina), dan kenapa kakek nggak jualan koran aja? Kan ada usahanya?”

Si kakek hanya jawab: “Ya nak, kakek pengemis yang meminta belas kasihan orang.”

Aku pikir itu bukan jawaban yang aku inginkan dan benar-benar nggak nyambung. Aku izin dan tinggalkan si kakek sendirian : “Kek, Tuhan memberkatimu ya. Saya nggak bisa kasih uang, tetapi saya ingin berdoa buat kakek aja.”

Waktu berlalu, aku pulang dan terus memikirkan wajah dan mata si kakek. Sesuatu berbicara dalam hatiku, “Bukankah kamu juga hidup atas belas kasihan Tuhan sehingga Yesus mati ?”

Ya, kita adalah pengemis dihadapan Tuhan. Tetapi bukan mengemis berkat, mengemis kesembuhan, mengemis pasangan hidup, mengemis semua hal duniawi dengan air mata yang habis membasahi pipimu.

Nggak! Kita bukan pengemis tetapi kita adalah anak Allah yang merupakan ahli waris

Roma 8:17: “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris,   maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia  , supaya kita juga dipermuliakan  bersama-sama dengan Dia.”

Bagaimana mungkin seorang ahli waris dari Allah yang menciptakan bumi menjadi seorang pengemis?

Sering sekali kita menurunkan indentitas kita sebagai anak Allah menjadi pengemis kepada Tuan dan merasa orang yang paling miskin di dunia ini. itu bukan hal yang baik! Kita berusaha berdoa dan meminta terus-terusan kepada Tuhan .

Memang dikatakan di Matius 7:7 : "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;  carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah ;, maka pintu akan dibukakan bagimu.”

Namun aku mau katakan bahwa bukan minta seperti yang dilakukan oleh pengemis diatas, namun meminta sebuah kekuatan iman dan hati penuh syukur, bukan meminta uang turun dari langit, dan kesembuhan atau pasangan hidup hadir didepan mata, sebab jauh sebelum kamu meminta hal itu Tuhan sudah mengetahuinya, Tuhan mengetahui apa yang kamu butuhkan.

Apakah kamu memiliki iman itu? Apakah kamu masih kuat mempertahankan iman itu? Itu yang harus kamu selidiki dan mintalah dan izinkan Tuhan memenuhimu kembali.

Segala sesuatu yang kamu butuhkan, Tuhan sudah mengetahui hal itu dan sudah disediakanNya bagimu. Karena Dia mengasihi kita dan mencintai kita sebagai anak, bukan karena kita adalah budak yang perlu dikasihani.

Galatia 4:7 : “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Kuat atau nggak dalam iman percaya sampai akhirnya, itu yang kamu harus lihat dan kamu minta kepadaNya sehingga itu lah alasan mengapa kamu harus selalu berada dalam hadiratNya dan berdoa.

Sumber : jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7238

advertise with us