Peduli Generasi, JPAB Adakan Pelatihan Sistem Perlindungan Anak Berbasis Gereja

Nasional / 5 October 2017

Kalangan Sendiri

Peduli Generasi, JPAB Adakan Pelatihan Sistem Perlindungan Anak Berbasis Gereja

daniel.tanamal Official Writer
2584

Kepedulian terhadap generasi anak di Indonesia terus digelorakan, salah satunya datang dari Gerakan Gereja Ramah Anak yang digagas Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB) dengan menyelenggarakan Pelatihan Membangun Sistem Perlindungan Anak Berbasis Gereja, mulai 4-6 Oktober di Jakarta.

Menurut Ketua JPAB, Ibu Haryati, pelatihan ini didasari untuk merespon beberapa hal krusial yang terjadi di Indonesia seperti bonus demografi, multi darurat anak, tantangan generasi digital yang tidak mudah, hingga program perlindungan anak yang sedang dilakukan oleh pemerintah. “Kami merasa terpanggil untuk merespon ini dengan cepat dan segera karena waktu kita tidak banyak dalam menangkap jendela peluang bonus demografi ini,” katanya dalam siaran pers, Senin (4/10).

Selain itu pelatihan ini juga sebagai usaha untuk memfasilitasi umat Kristiani (Kristen dan Katolik) dalam berkontribusi dalam merespon hal-hal diatas. “Karena itu kami bersinergi dengan kementerian PP PA untuk melengkapi para pimpinan Kristiani (STT/Fakultas Teologi, Aras, Sinode) dan lembaga pelayanan Kristiani untuk dapat mempunyai kapasitas dalam melindungi anak melalui pembangunan sistem perlindungan anak yang berbasiskan gereja,” tambahnya.

Dalam pelatihan, para peserta yang sebagian besar adalah aktivis atau para pelayan anak di gereja mendapatkan beberapa materi penting seperti Perspektif Perlindungan Anak dan Hak Anak menurut KHA dan UUPA yang dibawakan Dr. Hamid Palilama, Anak dalam Perspektif Alkitab, Potret Anak Indonesia dan Gerakan Gereja Ramah Anak, Pemahaman tentang Kekerasan dan Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Anak, Membangun Kesadaran dan Persepsi Anak & Perlindungan Anak (Perangkat), hingga Strategi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak.

 

Sumber : Daniel Tanamal - Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami