Lori Mora

Official Writer
3927


Hampir dua per tiga dari istri-istri pendeta mengatakan kalau gaji yang mereka terima tak mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Hal ini didapatkan dari hasil survey yang dilakukan oleh media Life Way.

Dalam penelitian yang dirilis pada hari Selasa (12/9), LifeWay menemukan bahwa sekitar 60% dari pasangan suami istri mengaku setuju dengan pernyataan di atas. “Kondisi keuangan keluarga butuh lebih dari gaji yang diterima (pendeta) dari gereja,” tulis survey ini.

Sementara sekitar sepertiga atau 36% mengatakan kalau mereka selalu khawatir setiap bulannya soal kebutuhan keluarga. 46% mengatakan kalau mereka khawatir tidak bisa menabung untuk masa depan. 60% mengatakan kalau kompensasi yang dibayarkan oleh gereja tidak cukup untuk mendukung keluarga pendeta.

Sementara 55% responden mengatakan kalau istri pendeta harus melakukan pekerjaan sampingan di luar gereja. Dari jumlah itu, sekitra 26% dari mereka bekerja di pelayanan yang berbeda, gereja atau lembaga non-profit.

Data ini diambil dari survei yang dilakukan pada 21 Juni sampai 2 Agustus dengan melibatkan sebanyak 720 istri pendeta dari berbagai denominasi, termasuk Gereja Baptis (29%), Lutheran (9%), Majelis Allah (7%), Presbyterian (4%), Pentakosta/karismatik (3%), dan Gereja Kristus (2%).

Selain itu, survey ini juga menemukan pendapat mereka soal kesibukan pasangan mereka yang pendeta. Temuan lain termasuk 59% istri pendeta mengatakan kalau tuntutan jemaat untuk pendeta terlalu menyita banyak waktu keluarga. Sedang 72% lainnya mengatakan kalau pasangan mereka suka mendapat komplain kepemimpinan dari jemaat.

“Kebanyakan pendeta merasa mendapat panggilan untuk melayani dan menikmati peran mereka di dalam dan luar gereja. Banyak juga pendeta yang sedikit punya teman, mengira mereka terlalu sering meneriaki anak mereka dan khawatir akan keuangan,” tulis LifeWay.

Membandingkan hasil survey ini, dalam sebuah penelitian di bulan Juli lalu, para peneliti dari Universitas Oklahoma menemukan kalau pada tahun 2016 pendeta perempuan menghasilkan 93 sen dolar, yang jauh lebih kecil daripada upah yang diterima seorang karyawan sekuler.

Cyrus Schleifer, asisten profesor di Departemen Sosiologi Universitas Oklahoma dan pendamping penulis studi ini mengatakan bahwa kebanyakan penggajian yang rendah lebih banyak dialami oleh pendeta laki-laki.

“Kalau pendapatan pendeta laki-laki naik pada tingkat yang sama seperti orang-orang berpendidikan tinggi lainnya, maka kesenjangan gaji rendah ini akan jauh lebih mendekati kepada tingkat umum,” ucap Schleifer.

Dia pun menyarankan bahwa sudah saatnya mengevaluasi gaji yang diterima oleh pendeta laki-laki.

Sumber : Christian Post/Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Bestina 123 1 April 2020 - 06:38:40

Apa arti Tuhan mengindahkan Elkana dan Hana

0 Answer

Sriyanna 31 March 2020 - 23:45:14

Cara bebas utang kartu kredit

0 Answer

Sriyanna 31 March 2020 - 23:44:30

Cara bebas utang

0 Answer


Dans Beem 23 March 2020 - 22:36:34
Dsni saya memohon agar abang saya di doain, untuk ... more..

Nining Bella 23 March 2020 - 01:52:16
shallom saudara seiman,..saat ini keluargaku terli... more..

Edward Harjono 17 March 2020 - 22:54:24
Dukung doa anak saya Evan spy komitment dalam renc... more..

adiek sheptina 25 February 2020 - 10:15:45
Saudara, mohon bantuan doa utk saya yang mencari p... more..

advertise with us


7268

advertise with us