Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2040


Ada banyak pernikahan hancur karena suami nggak menjalankan perannya sebagai kepala keluarga. Boro-boro menafkahi istri dan anak-anaknya, suami malah memilih keluyuran, menghambur-hamburkan uang, judi, dan malas-malasan di rumah. Sementara istri banting tulang dan sekaligus menjalankan fungsi merawat anak-anak.

Di sisi lain, ada juga suami yang merasa hanya berperan untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Karena itu, dia pun memilih fokus untuk bekerja tanpa memedulikan urusan-urusan rumah tangganya sendiri. Akibatnya, hubungan suami istri semakin memudar dan anak-anaknya tak berkesempatan tumbuh dengan pendampingan dari seorang ayah.

Suami yang kehilangan perannya adalah suami yang telah kehilangan prioritas dalam hidupnya. Dan hal ini jelas-jelas sangat bertentangan dengan perintah Tuhan kepada setiap suami.

Apakah kamu salah satu yang kehilangan prioritas itu? Mari mengoreksi diri, apakah kamu adalah suami yang sudah melakukan 5 tanggung jawab ini?

Pertama: Mengasihi Tuhan

“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6: 5)

Banyak suami yang lebih dulu mencintai pekerjaannya, istrinya dan juga dirinya sendiri sebelum mencintai Tuhan. Mereka lupa bahwa pernikahan itu asalnya dari Tuhan. Itu artinya, baik suami dan istri harusnya menempatkan Tuhan sebagai pusat dari sebuah pernikahan.

Mengasihi Tuhan di atas dari segalanya adalah perintah paling utama. Karena Tuhanlah yang menciptakan kita terlebih dahulu dan membangun relasi dengan kita. Hubungan dengan Tuhan adalah fondasi dalam pernikahan. Saat suami sudah menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama, maka secara otomatis dia juga akan bisa membangun hubungan yang baik dengan orang lain, terutama istri dan anak-anaknya.

Kedua: Mengasihi istri

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya..” (Efesus 5: 25)

Ini adalah tanggung jawab kedua dari seorang suami yang secara sadar harus dilakukan. Cara seorang suami mengasihi istrinya adalah cerminan dari bagaimana Yesus mengasihi gerejanya (yaitu kita sendiri). Seorang istri akan mengenal kasih Yesus lewat bagaimana suaminya mengasihi dia.

Itu sebabnya, seorang suami harus rela berkorban untuk orang-orang yang dia cintai dan juga mau menerima kekurangan seorang istri dengan tulus.

Ketiga: Memperkenalkan kasih Tuhan kepada anak-anaknya

“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Efesus 6: 4)

Orangtua bisa jadi penyebab anak-anaknya hidup dalam ketakutan dan jadi penghalang untuk mereka bisa mengenal Tuhan. Dalam Ulangan 6: 6-7 dituliskan bahwa orang tua (khususnya seorang ayah) haruslah mengajar anak-anaknya soal kasih Tuhan.

Bagaimana mungkin seorang ayah yang tidak mengasihi Tuhan mengenalkan anak-anaknya tentang Tuhan itu sendiri? Itu sebabnya Tuhan memberikan perintah yang terutama supaya setiap suami mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Dengan itu dia bisa jadi teladan bagi anak-anaknya.

Keempat: Nafkahi keluargamu

“Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” (2 Tesalonika 3: 10)

Peran lain yang harus dijalankan seorang suami adalah memenuhi kebutuhan keluarganya. Ayat yang disampaikan Paulus di atas bukan ditujukan kepada orang-orang yang pengen sekali bekerja dan sudah berusaha mencari pekerjaan. Paulus bermaksud untuk menegur orang-orang yang malas, termasuk suami yang malas bekerja.

Sementara di sisi lain, suami yang bekerja mungkin akan menghadapi tantangan dalam pekerjaannya. Tingginya tingkat stres dan frustrasi dalam pekerjaan serta kesibukan yang menguras waktu pun bisa membuat suami lupa akan prioritas utamanya terhadap istri, anak dan juga Tuhan. Hal ini sama buruknya dengan suami pemalas. Tuhan mau suami menjalankan perannya secara seimbang, yaitu bekerja untuk menafkahi keluarganya sekaligus memberikan waktu khusus bagi keluarganya.

Kelima: Aktif dalam pekerjaan pelayanan Tuhan

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10: 25)

Mengasihi Tuhan itu tidak cukup. Salah satu wujud dari kasih itu sendiri bisa dalam bentuk komitmen untuk melayani Tuhan, baik dalam pelayanan gereja maupun komunitas orang percaya. Karena dengan itulah, seorang suami bisa semakin bertumbuh dalam pengenalan yang mendalam tentang kasih Tuhan.

Untuk bisa berfungsi maksimal dalam hidup, Tuhan mau supaya suami dan juga seluruh anggota keluarga lebih dulu hidup berakar di dalam pengenalan akan Dia. 

Sumber : Crosswalk.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Peddy Kilapong Petroza 22 September 2017 - 09:10:31

Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya

0 Answer

Atim Martini 22 September 2017 - 04:25:01

bagaimana cara bebas dri utang

0 Answer

yunus prasetyo 21 September 2017 - 17:51:27

BAGAIMANA TERBEBAS DARI UTANG

0 Answer


Yuriko Setiawan 20 September 2017 - 22:15:44
Shalom. Sy Yuriko & suami sy Andi Irawan di Bdg, m... more..

Daniel Sadana 17 September 2017 - 18:48:33
Shaloom, mohon bantu doa, aga rkeadaan ekonomi kam... more..

Johanes Sutanto 17 September 2017 - 17:12:06
Hallo, saya Mau request untuk pekerjaan. Bantu DO... more..

blandina siahaan 17 September 2017 - 00:10:33
Syalom, tolong bantuan doanya ya, agar ekonomi kel... more..

Banner Mitra Week  3


7302

advertise with us