Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
2385


Gembala Senior dari Gereja Hillsong Brian Houston memperingatkan para penduduk Australia tentang konsekuensi yang akan ditanggung dari proses referendum legalisasi pernikahan sesama jenis yang akan digelar kurang dari satu bulan lagi.

Melalui situs resmi Gereja Hillsong, Brian Houston menyampaikan sikap resmi dari pihaknya, Jumat (18/8). Mengutip dari surat terbuka itu, Brian mengatakan bahwa dirinya akan tetap mempertahankan ajaran alkitabiah tradisional dimana perkawinan adalah antara laki-laki dan perempuan.

“Tulisan rasul Paulus di Alkitab mengenai homoseksualitas juga sangat jelas, seperti yang pernah saya sebutkan di dalam pernyataan terbuka saya sebelumnya,” ujar suami dari Bobbie Houston tersebut.  

Brian memandang perdebatan diantara kubu yang pro maupun kontra terhadap pernikahan sesama jenis sudah sama-sama salah kaprah. Di kubu pendukung, upaya mereka untuk mengubah definisi pernikahan justru membuat kebingungan bagi kelompok beragama termasuk orang Kristen. Padahal, seharusnya para kubu pendukung menghormati dan menghargai keyakinan umat beragama mengenai pernikahan.

Sementara di kubu kontra yang adalah mereka yang mengaku pengikut Kristus juga menggunakan agama untuk mengasingkan dan mengutuk kaum penyuka sesama jenis dan mengabaikan keinginan mereka untuk bahagia.

Sebagai seorang pendeta Kristen, saya akan selalu mengajar dan berkhotbah sesuai dengan Alkitab dan keyakinan pribadi saya, namun saya tidak dapat membuat pilihan orang lain untuk mereka. Tuhan menciptakan manusia dengan kehendak bebas, dan saya peduli dengan semua orang termasuk mereka yang berbeda keyakinan dengan saya,” ungkap Brian Houston.

Gereja Hillsong di manapun berada, sambung Brian Houston, selalu menghormati hukum yang berlaku yang ada di wilayah sekitar termasuk jika di daerah tersebut, undang-undang pernikahan sesama jenis dilegalkan.

“dan selama kami tidak dipaksa oleh undang-undang untuk mengkompromikan keyakinan alkitabiah kami, kami dapat dengan nyaman tetap berfungsi apapun hasil pemungutan suara ini,” tulis Brian Houston.

Namun begitu, Brian Houston sangat mendorong orang-orang Kristen di Australia untuk memberikan suara di dalam voting yang akan digelar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan lagi.

“Saya percaya bahwa banyak orang Australia yang sering disebut sebagai 'mayoritas diam' merasa sangat mementingkan hal ini namun membiarkan suara yang lebih keras dan sering kali lebih agresif untuk mengendalikan dialog publik. Pemungutan suara ini memberi kita semua suara yang setara dan kita seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini,” pungkas Brian Houston.

Pernikahan gay saat ini tidak legal di Australia, namun pemungutan suara akan diselenggarakan oleh pihak otoritas setempat untuk mengetahui kemauan masyarakat mengenai masalah ini. Voting rencananya dimulai pada 12 September dan ditutup pada 7 November 2017.

Sumber : christiantoday.com / hillsong.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

opo lesar makatempuge 23 September 2017 - 10:47:34

keberuntungan di tahun 2017

0 Answer

Irvan Dwitanto 23 September 2017 - 06:31:01

Jelaskan langkah-langkah membuat cerita fantasi ba.. more..

0 Answer

Prily Zusena Sebayang 22 September 2017 - 23:12:04

Bagaimana mendengar suara Tuhan

1 Answer


Baginda Bonifasius Hasibuan 23 September 2017 - 02:11:59
Saya mohon kpd saudara² seiman di dalam Tuhan Yes... more..

Yuriko Setiawan 20 September 2017 - 22:15:44
Shalom. Sy Yuriko & suami sy Andi Irawan di Bdg, m... more..

Daniel Sadana 17 September 2017 - 18:48:33
Shaloom, mohon bantu doa, aga rkeadaan ekonomi kam... more..

Johanes Sutanto 17 September 2017 - 17:12:06
Hallo, saya Mau request untuk pekerjaan. Bantu DO... more..

Banner Mitra Week 4


7306

Line Jawaban