Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
1555


Selama bumi berputar itu artinya waktu terus berjalan. Usia manusia makin hari makin bertambah. Mereka yang dulunya masih bayi akan beranjak menjadi seorang anak kecil. Mereka yang dulunya adalah anak kecil bakal bertumbuh menjadi seorang remaja. Dan begitu seterusnya. Itulah siklus manusia. Kita tidak bisa melawannya.

Oleh karena itu, selama di bumi, mari kita hidup benar sesuai dengan Firman Tuhan. Sebagai orangtua, ternyata Alkitab menuliskan sesuatu yang penting yang seharusnya kita lakukan untuk anak-anak kita. Sesuatu yang penting itu adalah meninggalkan warisan.

"Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya..." Amsal 13:22

Berbicara tentang warisan bukanlah sekedar tentang harta benda, tetapi banyak hal lain. Setidaknya ada 6 hal terbaik yang bisa diwariskan oleh setiap ayah-ibu Kristen kepada anak-anak mereka. Inilah daftarnya:

1. Warisan bahwa Hidup Kita ini Bukanlah Tentang Kita.

Sejak dari sangat belia, anak-anak perlu ditanamkan untuk mengasihi Tuhan dan juga sesama. Jika mereka sudah memahami bahwa misi utama kehidupan mereka di bumi adalah tentang Tuhan dan sesama maka mentalitas yang terbangun di dalam diri mereka adalah mentalitas yang sehat. Mereka tidak mudah tergoyahkan dengan tawaran dunia dan tumbuh sebagai pribadi yang peduli dan penuh cinta.

2. Warisan Bekerja Keras dan Tidak Takut Pada Tantangan.

Teknologi memudahkan kerja atau aktivitas manusia. Namun, ternyata ini membawa dampak buruk. Orang bisa bermalas-malasan karena seharian merasa wajib bermain gawai (gadget). Mereka cenderung untuk memilih pekerjaan yang tidak melelahkan mereka.

Sebagai orangtua, kita tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi di buah hati kita. Kerja keras sesungguhnya tidak boleh hilang. Tantangan sudah pasti selalu ada, tetapi bukan berarti mereka harus menghindari. Justru mereka melihat setiap rintangan yang ada sebagai pijakan untuk mereka semakin berkembang dan dewasa.  

3. Warisan Mengutamakan Karakter.

Jika melihat apa yang membuat seseorang keranjingan saat ini, tidak lain tidak bukan adalah berpenampilan luar yang menarik. Lihatlah tempat-tempat gym, yoga, toko-toko pakaian, atau majalah-majalah kaum urban saat ini. Semuanya seperti mendorong kita untuk mengejar sesuatu yang sifatnya fisik dan mengajarkan untuk ego-sentris.

Padahal, ini bukanlah gaya hidup yang Tuhan mau. Dibandingkan berfokuskan utama kepada hal-hal yang ada di luar tubuh manusia, Tuhan justru mau kita bersungguh-sungguh di dalam-Nya. Bagi-Nya, apa yang ada di dalam diri manusia adalah urusan utama.

Sebagai ayah dan ibu, kita harus mengajarkan anak-anak kita untuk mengutamakan hal batiniah (terkait kepada hubungan kita dengan Tuhan) daripada hal-hal yang sifatnya untuk memoles penampilan luaran.

4. Warisan Untuk Cepat Mendengar dan Lambat Berkata-kata.

Hidup ini selalu ada kaitan dengan hubungan dengan orang lain. Prinsip terbaik di dalam berinteraksi adalah cepatlah dalam mendengar dan lambat untuk berkata-kata.

Manusia pada dasarnya senang dihargai. Ia akan merasa bahagia jika lawan bicaranya menaruh fokus kepadanya. Anak-anak perlu mengerti akan hal ini karena dengan begitulah mereka bisa bersosialisasi dengan tepat.

5. Warisan untuk Menerima dan Belajar dari Kesalahan dan Kegagalan.

Di dalam kehidupan manusia, tidak ada yang suka dengan kesalahan dan kegagalan. Namun, pada faktanya, ini justru sering kita jumpai di dalam keseharian.

Oleh sebab itu, kita perlu membangun paradigma yang benar kepada anak-anak kita. Kita bukan meminta mereka untuk ayo lakukan kesalahan dan kegagalan. Akan tetapi, ketika itu mereka alami, mereka jangan stres.

Ambil momen kesalahan dan kegagalan justru untuk berkaca, belajar, dan memperbaiki. Anak-anak yang benar-benar diajarkan tentang ini, mereka nantinya akan jadi orang-orang dewasa yang kuat dan kreatif.

6. Warisan Tentang Diampuni dan Mengampuni

Iman Kristen orang percaya sesungguhnya berpijak pada persoalan diampuni dan mengampuni. Kita mendapatkan anugerah pengampunan dari Tuhan dan karenanya itu kita pun juga harus melakukan kepada sesama.

Anak-anak bakal banyak belajar dari orangtua akan hal ini. Mereka melihat seperti apa praktik pengampunan itu di dalam kehidupan orangtua mereka. Jika kita berhasil menerapkannya maka buah hati tercinta kita pasti mau melakukannya dan memegang prinsip ini sampai selama-lamanya.

Sumber : drjamesdobson.org / Jawaban.Com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Peddy Kilapong Petroza 22 September 2017 - 09:10:31

Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya

0 Answer

Atim Martini 22 September 2017 - 04:25:01

bagaimana cara bebas dri utang

0 Answer

yunus prasetyo 21 September 2017 - 17:51:27

BAGAIMANA TERBEBAS DARI UTANG

0 Answer


Yuriko Setiawan 20 September 2017 - 22:15:44
Shalom. Sy Yuriko & suami sy Andi Irawan di Bdg, m... more..

Daniel Sadana 17 September 2017 - 18:48:33
Shaloom, mohon bantu doa, aga rkeadaan ekonomi kam... more..

Johanes Sutanto 17 September 2017 - 17:12:06
Hallo, saya Mau request untuk pekerjaan. Bantu DO... more..

blandina siahaan 17 September 2017 - 00:10:33
Syalom, tolong bantuan doanya ya, agar ekonomi kel... more..

Banner Mitra Week  3


7302

advertise with us