Duh, Alasan Ini Bikin Gereja Jerman Ijinkan Jemaat Ibadah Sambil Twitteran Loh!

Internasional / 18 August 2017

Kalangan Sendiri

Duh, Alasan Ini Bikin Gereja Jerman Ijinkan Jemaat Ibadah Sambil Twitteran Loh!

Lori Official Writer
3056

Setelah 500 tahun sejak masa reformasi protestan yang dicetuskan Martin Luther, Gereja Reformed Walloon St Agustine di kota Magdeburg, Jerman harus mengijinkan jemaatnya twitteran sembari ibadah. Fenomena ini terjadi karena ternyata beberapa tahun belakangan jemaatnya makin menurun.

Itu sebabnya gereja ini bikin kebijakan membuat ibadah setiap Jumat malam. Di ibadah inilah para jemaat diajak mengundang orang-orang datang ke gereja mereka lewat media sosial Twitter. Ada sekitar 40 jemaat yang datang dan mereka pun dibebaskan untuk mengetikkan pesan khotbah, firman dan doa yang mereka dapat di malam itu di Twitter.

Pendeta Ralf Peter Reimann bilang kalau kebijakan ini masih diuji coba untuk meningkatkan minat orang-orang untuk datang ke gereja. Mereka optimis kalau sosial media bisa jadi cara untuk mempertahankan anggota dan mendatangkan orang-orang baru.

“Ada banyak orang-orang yang online. Kami mau mengikutsertakan orang-orang ini dan menawarkan untuk berpartisipasi (meningkatkan jemaat gereja) dengan cara yang mereka suka,” ucap pendeta Reimann.

Dia menjelaskan kalau Luther sendiri pernah menyampaikan soal imamat atau panggilan orang-orang percaya yaitu untuk menginjil dan memberitakan skabar keselamatan. Jadi, alih-alih hal itu hanya dilakukan oleh pendeta gereja tapi alangkah baiknya kalau melibatkan jemaat gereja untuk bisa berbagi dengan orang lain.

Uji coba sosial media ini pun ternyata mengundang animo yang baik dari jemaat. Meskipun nggak dimungkiri kalau sebagian jemaat yang sudah berusia merasa sulit untuk melakukan aktivitas online itu.

Terkait penurunan jumlah jemaat gereja di Jerman memang jadi berita yang mengejutkan banyak orang. Karna penurunannya pun terbilang drastis sejak tahun 2016. Angka yang baru-baru ini dicatat menunjukkan kalau jumlah Kristen Protestan di Jerman menurun sebesar 1.6 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

Koran berita Jerman, Die Zeit sendiri menerbitkan kalau demografi jadi faktor penurunan terbesar jemaat gereja. Tahun 2016 saja, sekitar 340.000 penginjil meninggal dunia dan hanya 180.000 orang yang dibaptis. Di tahun yang sama, sekitar 190.000 jemaat meninggalkan gereja dan hanya ada 25.000 pendatang baru.

Gereja Katolik di Jerman juga mengalami kondisi yang sama. Konferensi uskup Jerman di Bonn mengaku kalau mereka kehilangan sebanyak 162.093 anggotanya di tahun 2016 lalu. Penurunan ini mereak rasakan jauh lebih rendah dibanding dengan jumlah jemaat yang keluar dari gereja sebanyak 181.925 orang pada tahun 2015 lalu.

Secara global, penurunan jemaat gereja memang sudah terjadi cukup lama di negara-negara Eropa. Nggak cuma bicara soal demografi, tapi penurunan ini bisa saja karna gereja memang nggak lagi jadi tempat yang nyaman atau menarik bagi orang-orang Kristen di sana. Karna itulah, dengan fenomena ini gereja-gereja bisa mengevaluasi diri dan mulai berpikir untuk membuat sebuah gebrakan baru yang relevan dengan kebutuhan orang-orang Kristen saat ini.

Sumber : Christiandaily.com/Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami