Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Naomii Simbolon

Official Writer
3456


Siapa sih yang suka dengan proses? Siapa sih yang suka dengan masalah? Siapa sih yang suka hidup dengan rasa stres? Tentu nggak seorangpun menginginkan hal itu bukan.

Proses adalah garam yang membuat hidupmu asin dan bisa juga membuat hidupmu sempurna.

Wait! Mari membahasnya lebih dalam.

Pernah main game? Game memiliki tahapan-tahapan untuk kamu lalui demi sebuah level tinggi dan kepuasan tersendiri kan?

Saat kamu memulai bermain di level pertama, kamu tentu akan kejar ke level berikutnya hingga kamu puas dan bahkan bosan bukan?

Banyak orang berkata bahwa hidup dan proses ibarat seperti game dan levelnya, kita harus melaluinya supaya bisa naik ke level berikutnya. Hal ini benar namun tidak sepenuhnya sama, kalau game memberikan sebuah kebosanan di akhir berbeda dengan proses yang memberikan sebuah pencapaian, damai sejahtera dan kemenangan. Hasil ini pun akan kamu terima tergantung bagaimana cara kamu memainkannya.

Saat aku (penulis) mengalami proses, aku pernah berada di satu puncak kelelahan yang membuat aku bertanya “Kalau Tuhan bisa memberiku kebahagiaan, kenapa Tuhan mengizinkan proses terjadi dalam hidupku?”

Hal ini tidak hanya menjadi pertanyaanku. Aku juga percaya kalau teman-teman juga pernah bertanya hal ini.

Namun sebelum menjawab pertanyaan di atas, coba deh renungkan dulu pertanyaan ini. “Kalau Yesus bisa menyelamatkan diri-Nya di kayu salib lalu kenapa Yesus tidak melakukan itu?” Justru Yesus memilih mati bukan.

Firman di Matius 3:15 meneguhkan bahwa “…Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah”. Firman ini disampaikan oleh Yesus kepada Yohannes ketika Yohannes menolak untuk membaptis Yesus yang adalah seorang mesias. Yesus sedang memberitahukan kita bahwa ketaatan adalah kunci untuk sampai pada kehendak Allah, dan demikian yang Dia lakukan di kayu salib.

Firman ini juga menjadi jawaban khusus bagi kita yang tengah di perhadapkan dengan sebuah proses.

Lihatlah, respon Yesus terhadap proses membawaNya untuk sampai pada tujuan akhir dimana Yesus bangkit, kita menjadi layak dan kita beroleh kemenangan.

Demikian pula dengan hidup kita, Allah memberikan kita proses bukan kerena Allah membenci kita. Justru proses adalah sebuah jembatan supaya kita bisa berjalan dan sampai pada kehendak Allah.

Proses harus terjadi supaya genaplah apa yang di tetapkan oleh Allah dalam hidup kita. Jadi, jangan pernah kalah dan menyerah dengan proses supaya kita beroleh pencapaian yang sempurna seperti yang Allah telah kehendaki.

Ketaatan Yesus menjadi contoh bagi kamu yang tengah menghadapi proses, sama seperti Abraham “Bapa orang percaya” yang dibenarkan oleh karena imannya dan ketaatannya.

Ulangan 28:13 berfirman “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan.

Jelas sekali bahwa kehendak Allah akan digenapi dalam hidup kamu kalau kamu mendengarkan perintahNya dan melakukannya (taat) dalam proses hidupmu.

Sumber : Naomi Simbolon

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Doma Santika Malau 22 October 2017 - 21:19:46

Doa untuk mempunyai anak

0 Answer

Silvi Kirey 22 October 2017 - 04:55:26

Apakah saya bisa menikah dengan yang beda agama de.. more..

1 Answer

Basaria Sitohang 22 October 2017 - 01:40:48

bagaimana mengenal diri sendiri

1 Answer


evelina 19 October 2017 - 15:25:05
kiranya Tuhan Yesus berkenan membuka hati lelaki y... more..

ARI 19 October 2017 - 08:25:34
Dear Team Prayer, dukung saya dalam doa untuk sua... more..

Veronica Sitanggang 18 October 2017 - 21:15:29
Bantu dukungan doanya agar Tuhan memenangkan jiwa ... more..

Dessy Sitohang 16 October 2017 - 20:16:48
Saya mohon bantu doa nya agar saya diangkat jadi S... more..

Banner Mitra Week 4


7313

advertise with us