Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2480


Untuk pertama kalinya, pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus menyampaikan harapannya kalau Vatikan ingin sekali membangun hubungan baik dengan negara komunis China. Hal ini diharapkan bisa terjadi melalui kehadiran Gereja Katolik Hong Kong sebagai jembatan penghubung antara China dan Vatikan.

Keinginan paus ini memang tidak disampaikannya secara pribadi melainkan melalui Kepala Akademi Kepausan Vatikan, Monsignor Marcelo Sanchez yang hadir di sebuah konferensi transplantasi organ belum lama ini.

“Paus Fransiskus mengasihi China dan mengasihi rakyatnya, sejarah dan orang-orangnya. Kami berharap China akan memiliki masa depan yang hebat,” ucap Sanchez kepada Global Times.

Sebagaimana kita tahu, harapan Vatikan untuk terkoneksi kembali dengan negara komunis itu bukan tanpa alasan. Kita tahu kalau China adalah rumah bagi sekitar 12 juta umat Katolik. Sementara hubungan diplomatik kedua negara ini sudah terputus sejak tahun 1951 pasca kekuasaan partai komunis. Saat itu partai komunis menolak wewenang paus. Akibatnya gereja Katolik China harus berdiri lepas dari otoritas paus sendiri. Itu sebabnya mereka harus harus menunjuk uskup mereka sendiri.

Sehingga Vatikan berharap melalui uskup Katolik Hong Kong, mereka bisa mengupayakan terjalinnya kembali hubungan yang sudah terputus lama itu. “Kami bersedia menjadi jembatan, dan saya selalu berpikir kalau membangun jembatan jauh lebih penting daripada membangun pagar. Kalau ada cara untuk membantu dialog, kami akan bersedia melakukannya,” ucap Yeung, kepala uskup Hong Kong.

Salah satu tujuan penting yang hendak dilakukan Vatikan bagigereja Katolik China adalah memberikan perlindungan dan dukungan bagi gereja-gereja di sana yang dibelenggu oleh kekuasaan partai komunis. Vatikan mengaku prihatin dengan kejadian penahanan seorang uskup China bernama Peter Shao Zhumin beberapa minggu lalu. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 26 Juni lalu, Vatikan menyampaikan, “Vatikan sedang memperhatikan dengan serius situasi pribadi Uskup Peter Shao Zhumin yang berasal dari Wenzhou, yang secara paksa dicopot dari jabatan uskupnya. Komunitas Katolik dan keluarganya tidak tahu berita atau alasan pemecatannya, juga tidak tahu di mana dia ditahan.”

Karena itulah penting sekali bagi Vatikan untuk ambil bagian membantu pemimpin gereja di China.

Tentu saja keinginan ini tidaklah mudah ditempuh Vatikan sendiri. Pasalnya, China dengan tegas menyampaikan penolakan mereka atas campur tangan pihak luar terhadap negaranya. Sementara yangmasih bisa mereka lakukan adalah dengan meminta bantuan dari keuskupan Hong Kong untuk membangun jembatan hubungan dengan negara komunis itu.Untuk hasilnya sendiri, kita sama sekali belum tahu. 

Sumber : Berbagai Sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Tresia 23 February 2020 - 10:00:21

Shalom.. saya ingin menanyakan info rehab Kristen .. more..

0 Answer

Yehezkiel 23 February 2020 - 00:16:02

Bebas dari pornografi

0 Answer

pengiran lang 21 February 2020 - 19:48:28

Menjaga untuk tetap hidup kudus

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (3)


7262

Banner Mitra Februari 2020 (3)