Penemuan Artefak Tentang Pembakaran Yerusalem Ini Buktikan Keakuratan Alkitab

Penemuan Artefak Tentang Pembakaran Yerusalem Ini Buktikan Keakuratan Alkitab

Puji Astuti Official Writer
6769

Mungkin ada sebagian orang yang meragukan kebenaran isi Alkitab, namun penemuan arkeolog di Yerusalem beberapa waktu lalu menjadi bukti bahwa apa yang dituliskan dalam Alkitab benar-benar terjadi, salah satunya adalah kisah tentang pembakaran kota Yerusalem. 

Berdasarkan berita yang dikutip oleh Timesofisrael.com, Otoritas Barang Antik Israel merilis video resmi tentang temuan arkeolog akan adanya sederet bangunan di bawah tumpukan bebatuan di sebelah timur Kota Daud, tepat di luar dinding Yerusalem. Bangunan itu berisi tembikar, kayu, biji anggur, dan tulang-tulang yang hangus dan diselimuti oleh abu. Diperkirakan benda-benda tersebut dari tahun 587 Sebelum Masehi saat Babilonia atau Babel menyerang dan membakar Yerusalem. 

Diantara barang-barang itu ada lusinan kendi atau tembikar tempat menyimpan biji-bijian dan juga caira yang dihiasi pegangan dengan cap berbentuk bunga mawar. Artefak tersebut diperkirakan berasal dari 2.600 tahun lalu. 

“Segel ini sangat khas berasal dari  akhir Periode Bait Allah Pertama dan biasa digunakan  oleh sistem administrasi yang dikembangkan di akhir dinasti Yudea,” demikian ungkap Ortal Chalaf dan Dr. Joe Uziel, direktur arkeolog untuk Otoritas Barang Antik Israel. 

Hasil penggalian ini mengungkapkan fakta bahwa Yerusalem kuno lebih luas dari yang ada saat ini, yaitu hingga diluar tembok Yerusalem sekarang. 

Berdasarkan Alkitab, kisah pembakaran Yerusalem tercatat di 2 Raja-raja 25-8-10, "Dalam bulan yang kelima pada tanggal tujuh bulan itu--itulah tahun kesembilan belas zaman raja Nebukadnezar, raja Babel--datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pegawai raja Babel, ke Yerusalem. Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api.Tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh semua tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu."

Ini adalah saat Bait Allah Pertama yang dibangun oleh Raja Salomo dihancurkan, dan juga banyak penduduk Yerusalem kemudian menjadi tawanan. 

Sumber : Timesofisrael.com

Ikuti Kami