Hidupku Penuh Masalah, Lalu Kenapa Tuhan Harus Mengijinkannya Terjadi?

Kata Alkitab / 1 August 2017

Kalangan Sendiri

Hidupku Penuh Masalah, Lalu Kenapa Tuhan Harus Mengijinkannya Terjadi?

Lori Official Writer
11186

Seorang Hellen Keller pernah mengatakan, “Penderitaan yang besar kerapkali mencetak jiwa yang besar bahkan penyanyi yang besar. Meskipun dunia penuh dengan penderitaan, dunia juga penuh dengan orang yang berhasil menaklukkannya.” Sebagai seorang manusia yang bahkan tak sempurna, Hellen sendiri sudah membuktikan bahwa penderitaan dan kondisi fisiknya yang cacat tidak bisa membatasinya untuk berkarya dan menjadi orang yang besar. Apa yang dianggap orang sebagai masalah, justru dijadikannya sebagai jalan menuju kesuksesan.

Di sisi lain, ada banyak orang yang mungkin malah jatuh dan menyerah karena masalah. Mereka gagal melihat bagaimana Tuhan memakai masalah itu untuk kebaikan dalam hidupnya. Mereka lebih memilih untuk bertindak bodoh dan membenci masalah-masalah itu daripada menghadapinya.

Bagi kamu yang saat ini sedang mengalami pergumulan atau tengah berada di situasi sulit yang mencekam, renungkanlah 5 hal ini baik-baik.

1. Tuhan memakai masalah untuk menyalakan kembali api gairah dalam hidup kita.

Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di dalam diri kita supaya kita mau terus bergerak maju. Karena dengan adanya masalah yang baru akan mendorong kita berjalan maju dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ya, Tuhan kadang kala akan memakai masalah untuk menarik perhatian kita.

2. Tuhan memakai masalah sebagai ujian iman.

Manusia bagaikan teh celup! Kalau kamu ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi. Inilah yang disampaikan dalam Yakobus 1: 2-3 katanya, “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”

3. Tuhan memakai masalah untuk mengoreksi hidup kita.

Ada pelajaran-pelajaran penting yang hanya akan kita dapatkan melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu seperti kesehatan, teman, atau hubungan..., saat kita sudah kehilangan. “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” (Mazmur 119:71).

4. Masalah bisa jadi cara untuk melindungi kita.

Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang Kristen yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi boss-nya. Ia pun jadi pengangguran, tetapi justru dari masalah itulah dia terhindar dari penangkapan atas tindakan curang yang dilakukan bosnya. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan...” (Kejadian 50:20).

5. Melalui masalah kita disempurnakan.

Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita.

Ingatlah dengan ucapan Rasul Paulus ini: “ ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." (Roma 5:3-4).

Kisah perjalanan pelayanan Rasul Paulus yang penuh dengan penderitaan ini dibutuhkan oleh anak-anak Tuhan yang sedang tertimpa masalah atau kesulitan. Karena dengan masalah itulah iman kita semakin dipertajam dan diteguhkan dalam pengharapan kepada Tuhan. Karena itu, mintalah supaya Tuhan mentransformasi masalah yang kamu hadapi menjadi alat yang bisa kamu pakai untuk memperluas kerajaan-Nya.

Sumber : Berbagai Sumber/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami