Meski Dipukuli dan Diancam Dibunuh, Pemuda Laos ini Tetap Pilih Ikut Yesus

Meski Dipukuli dan Diancam Dibunuh, Pemuda Laos ini Tetap Pilih Ikut Yesus

Budhi Marpaung Official Writer
5599
Seorang pemuda Kristen di negara mayoritas Budha Laos mengatakan bahwa dia dipukuli oleh anggota keluarganya karena memutuskan memilih untuk mengikuti Yesus Kristus.

Open Doors berbagi pada Senin (24/7) tentang Cheu, yang berjuang meloloskan diri dari "tirani" keluarganya karena pertobatan dan keyakinan iman Kristen yang ia pegang.

"Suatu hari, saudara laki-laki dan paman saya mendatangi saya dan berbohong kepada saya, mereka mengundang saya untuk pergi ke rumah mereka yang saya setujui tanpa ragu sedikitpun. Sedikitnya, saya tahu bahwa ketika kami tiba di rumah paman saya, mereka akan memukul saya dan mengikat saya dengan tali. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya perlu kembali ke iman lama saya, mereka akan terus memukul saya," ungkap Cheu.

Cheu lebih jauh menjelaskan bahwa paman dan saudara laki-lakinya memberikan peringatan kepadanya bahwa mereka akan terus memukulinya sampai ia meninggal kecuali jika ia mau melepas kembali iman Kristennya.

Di saat situasi itu, Cheu mengaku ia berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan mau memaafkan keluarganya dan dirinya sendiri.

"Setelah berdoa, saya berbohong kepada saudara laki-laki dan paman saya serta orang lain dan mengatakan kepada mereka bahwa saya akan kembali kepada iman lama saya. Mereka kemudian melepaskan ikatan saya. Setelah itu, saya pun tidur di rumah saya. Saya pergi kepada istri saya keesokan pagi-pagi benar untuk menjemputnya mengingat rumah mertua saya sangatlah jauh dari rumah saya," jelas Cheu.

Sesampai di rumah mertua, Cheu dan istri bergegas pergi. Mereka berdua melarikan diri ke tempat mereka saat ini berada. Paman maupun saudara laki-lakinya tidak mengetahui keberadaan mereka berdua.

"Saya juga mendengar bahwa kepala desa, saudara laki-laki dan paman saya mengatakan bahwa jika saya kembali ke rumah kami di desa kami, mereka akan memukul saya lagi dan lagi sampai saya meninggal.”

Di tempat baru, Cheu dan istrinya mendapatkan bantuan dari sebuah gereja evangelis yang menyediakan makanan, tempat berlindung, kasih dan kenyamanan.

"Meskipun saya merindukan ibu saya dan terlepas dari apa yang terjadi pada diri saya, saya masih sangat bahagia karena saya percaya kepada Yesus. Saya dapat menyembah-Nya dan saya dapat percayai serta saya memiliki kedamaian di hati saya. Bagi saya, saya akan tinggal dan hidup di desa ini karena saya bisa menyembah dan memelihara iman saya dengan bebas," pungkas Cheu.

Open Doors, yang melaporkan dan membantu orang-orang percaya yang dianiaya di seluruh dunia, mencantumkan Laos pada urutan ke-24 penganiaya Kristen terburuk di World Watch List mereka. "Orang-orang Kristen yang menolak untuk berpartisipasi dalam praktik Budha dianggap asing dan menjadi ancaman bagi budaya tradisional," catat Open Doors.

Sumber : christianpost.com
Halaman :
1

Ikuti Kami