Share this article :

Fakta Alkitab : Perjalanan Penulisan Kitab dan Sekilas Sejarah Gulungan-Gulungan Alkitab

 Wed June 28th, 2017
 1900

Artikel ini ditulis oleh :

Puji Astuti

Official Writer
 

Fakta Alkitab : Perjalanan Penulisan Kitab dan Sekilas Sejarah Gulungan-Gulungan Alkitab Sumber : JC Channel

Pernahkah kamu bertanya bagaimana sampai Alkitab ada saat ini? Seperti apa kitab-kitab di jaman dulu? Bagaimana ditulisnya? Jika kamu pertanyaan itu, maka hari ini merupakan hari keberuntunganmu karena JC Channel sedang membahasnya dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

Media apa saja yang dipakai untuk penulisan atau penyalinan kitab?

"Sekitar 4000 tahun yang lalu, bangsa Sumeria sudah mengenal tulisan. Mereka menuliskan aturan-aturan budaya dan agama yang mereka percayai dengan media-media yang dari alam. Misalnya dari tanah liat," demikian  penjelasan Bambang  Kristanto Sitompul,S.Si, Kabid Museum Lembaga Alkitab Indonesia saat memperlihatkan tablet Sumeria dari 2000 Sebelum Masehi kepada JC Channel.


"Jadi, cara pembuatan tablet itu sama seperti pembuatan batu bata," demikian tambahnya. 

Cara penulisannya adalah saat tanah liat masih basah dibentuk lalu ditulisi dengan huruf paku atau kuneiform, setelah itu baru dikeringkan dengan dibakar lalu dijemur. 

Kertas Papirus

Dengan perkembangan pengetahuan, bangsa Mesir menemukan media tulis yang lain yaitu batang tanaman papirus. 


"Daunnya ya," demikian tanya Bung Marcel, Host JC Channel.

"Bukan, batangnya. Batangnya itu diambil bagian dalamnya, lalu disusun saling-silang, dianyam lalu dipres," jelas Bambang. 

Anyaman itu kemudian menjadi lembaran-lembaran yang kemudian dikeringkan. Sedangkan untuk tintanya, mereka menggunakan batu-batuan yang dihaluskan dan diberi air atau minyak-minyak tertentu dan tulisan itu bertahan hingga ribuan tahun. 


"Buktinya kita menemukan naskah-naskah yang berusia ribuan tahun dari masa-masa masehi."

Gulungan kitab dari kulit binatang

Baru kemudian menggunakan media lain seperti kulit binatang. 

"Biasanya naskah-naskah atau tulisan itu dibentuk dalam gulungan-gulungan kulit yang berasal dari kulit binatang yang halal," ungkapnya Bambang. 


Orang-orang Israel jaman dulu menggunakan kulit dari hewan-hewan yang menjadi korban bakaran di rumah Tuhan untuk menulis atau menyalin kitab-kitab para nabi. Contohnya, salah satu koleksi dari Museum LAI adalah sebuah gulungan kitab Kejadian yang sudah berusia 150 tahun, kulitnya berasal dari sapi jantan. Panjang kitab Kejadian tersebut mencapai 12 meter dan menggunakan tulisan tangan. 

"Dalam gulungan kitab ini menggunakan bahasa Ibrani, yang masih belum memakai huruf-huruf vokal. Jadi menggunakan huruf mati semua. Kalau kita perhatikan dalam gulungan kitab ini ada spase yang kosong, kemungkinan itu karena dari salinan aslinya sudah tidak jelas."

Hingga saat ini masih ada salinan-salinan kitab Perjanjian Lama yang berasal dari 1 hingga 2 masehi. Tulisan-tulisan itu menggunakan bahasa koptik.

Sedangkan untuk naskah-naskah Perjanjian Baru itu baru ditulis sekitar tahun 125 atau abad ke 2, contohnya adalah surat-surat Paulus menjadi surat-surat yang tertua di Perjanjian Baru. 

Jika mengacu pada Alkitab, Tuhan sendiri menuliskan 10 Perintah Allah dalam dua loh batu dan diberikan pada Musa, namun kemudian dibanting oleh Musa karena marah, sehingga Musa menuliskan kembali. 


Sumber : JC Channel

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Jonathan Stanlie 21 July 2017 - 11:56:55
Teman - teman, Saya bersama pasangan saat ini sed... more..

ElizaBeth Lokaputra 18 July 2017 - 21:47:30
Rekan seiman saya minta didoakan untuk 1.mendapat... more..

Jimmy Sumampouw 17 July 2017 - 05:02:06
Teman-teman tolong bantu saya dalam doa dimana tan... more..

Tiarma 16 July 2017 - 22:38:02
Mohon dukungan doa agar saya bisa mendapatkan peke... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Kunci Tetap Teguh Dalam Tekanan
Kunci Tetap Teguh Dalam Tekanan
Sudah bukan rahasia lagi artis-artis cantik yang punya kebiasaan posting foto-foto selfie di media s...