Share this article :

Hati-hati Saat Kamu Merasa Hidup Itu Baik-baik Saja

 Fri June 9th, 2017
 2049

Artikel ini ditulis oleh :

Lori Mora

Official Writer
 

Hati-hati Saat Kamu Merasa Hidup Itu Baik-baik Saja Sumber : Pagine Web Italia

Wajar memang kita ingin bersantai sejenak setelah melakukan banyak pekerjaan. Bersantai memang bisa, tapi jangan terlalu lama karena saat kita merasa aman, saat itulah kita bisa terjebak dalam kompromi. Bisa lewat sikap dan tindakan kita. Kondisi aman juga bisa jadi ancaman terhadap kehidupan rohani kita. Saat kita berjuang dalam satu hal dan mengambil waktu untuk lengah, maka saat itulah ada celah bagi kita untuk kembali jatuh.

Ya, saat kita berpikir semuanya berjalan dengan baik bisa jadi hal itu malah jadi awal dari munculnya bencana. Dalam Kejadian 2: 7-17 dituliskan bagaimana Tuhan membuat segala sesuatunya baik dan bahkan itu adalah masa terbaik kehidupan manusia. Tapi tak lama setelah itu justru datang bencana.

Di Kejadian bab pertama digambarkan tentang karya penciptaan bumi dan segala isinya, termasuk manusia (Kejadian 1: 27-31). Tuhan memberikan Taman Eden sebagai tempat tinggal Adam dan Hawa. Dia menyediakan semua kebutuhan mereka di sana. Ada banyak makanan, sungai yang mengalir sehingga mereka tak kekurangan air.

Saat Tuhan menempatkan Adam di Taman Eden, Dia memerintahkannya untuk memelihara dan mengelola taman itu. Pada dasarnya, Adam adalah seorang tukang kebun atau petani. Tuhan memberinya mandat untuk bekerja karena itu dia harusnya nggak punya waktu untuk duduk-duduk saja dan menikmati hasil taman itu.

Tuhan menyediakan tempat yang sempurna, indah dan nyaman bagi Adam dan Hawa. Dia hanya menetapkan satu batasan saja kepada mereka. Supaya mereka jangan memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. “…tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."” (Kejadian 2: 17)

Tuhan meletakkan pohon itu di taman untuk memberi mereka kesmepatan memilih untuk mengasihi Dia. Tuhan memberi mereka kesempatan untuk memilih sendiri dengan bebas. Tentu saja Tuhan sudah tahu bahwa bencana itu akan terjadi, karena itulah Dia mengingatkan mereka tentang konsekuensi yang akan terjadi kalau mereka tidak menaati perintah-Nya.

Adam dan Hawa adalah mahluk yang diberikan pengetahuan. Tapi tetap saja si Iblis mulai mencobai Hawa dan menggodai dia untuk memakan buah terlarang itu. Seperti yang dituliskan dalam Alkitab, Hawa akhirnya mengambil buah itu dan memakannya. Setelah itu dia memberikannya kepada Adam, dan dia pun ikut memakannya.

Mereka memang tidak segera mati setelah memakan buah itu, seperti apa yang diucapkan Tuhan. Tapi akibat dari pelanggaran itu, mereka harus menanggung malu dan tersadar bahwa mereka telanjang. Tuhan mencari-cari mereka di taman, tapi mereka menyembunyikan diri karena merasa malu.

Kisah kejatuhan Adam dan Hawa adalah akibat jika kita merasa terlalu nyaman dalam hidup. Karena iblis akan selalu memberikan tawaran yang bertentangan dengan keinginan Tuhan. Alih-alih mengingatkan kita soal berkat-berkat yang Tuhan sudah berikan, iblis justru membolak-balikkan kebenaran-Nya.

Segala rasa sakit, kematian, kesedihan dan kesengsaraan yang kita alami di dunia terjadi sejak dua orang di taman itu melanggar perintah Tuhan. Sejak saat itulah kita semua menanggung beban dosa dan kesalahan yang diwariskan. Jika pada awalnya Adam dan Hawa punya segalanya, maka setelah itu mereka kehilangan segalanya. Mereka diusir dari Taman Eden dan mulai menyadari kesalahan mereka setelah semua yang mereka punya hilang.

Mereka terlambat menyadari kesalahan itu. Hingga akhirnya hidup mereka terus dibayangi dengan rasa takut dan penyesalan yang mendalam. Terkadang kita juga bisa berada di posisi Adam dan Hawa. Saat melakukan dosa, kita merasa baik-baik saja karena kita toh tidak mati setelah melakukannya. Tapi dosa itu berkuasa mematikan bagian dalam diri kita. Kematian itulah yang membuat banyak orang sekarat dalam hidupnya. Tuhan dengan jelas memperingatkan kita bahwa setiap kali kita berbuat dosa, maka setiap bagian dalam hidup kita akan mulai dirusak.

Inilah alasannya kenapa kita harus sadar setiap hari untuk membaca firman, berdoa setiap hari dan peka dengan suara Roh Kudus. Sepanjang kita terus menjaga hubungan kita terus terkoneksi dengan Tuhan, sepanjang kitalah kita akan kebal dari bujukan atau rayuan iblis. Jadi, jangan pernah seharipun kamu mulai merasa nggak membutuhkan Tuhan atau mulai lengah dalam kehidupan rohanimu. Karena saat berpikir semuanya baik-baik saja, saat itulah awal bencana dimulai.

Sumber : Intouch.org

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Margareta Cahyo 26 June 2017 - 21:41:30
Selamat Malam Jawaban.com sungguh malam ini , Tuh... more..

Andry Randa 22 June 2017 - 18:41:49
Terpuji namamu ya Alllah atas segala penyertaan hi... more..

Harvey Jeremy 22 June 2017 - 00:20:39
Salam sejahtera untuk saudara semua, kiranya Tuhan... more..

Bryan inzaghi 16 June 2017 - 20:43:01
Sekarang aku ingin mendaftar ke sekolah negri yg k... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Menggunakan Alat Ukur Berkat Tuhan untuk Mencapai Kesuksesan
Menggunakan Alat Ukur Berkat Tuhan untuk Mencapai Kesuksesan
Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak menginginkan kesuksesan. Bahkan......