Wow, Tokoh PGI Sebut Perang Salib Kotori Perjalanan Sejarah Gereja

Wow, Tokoh PGI Sebut Perang Salib Kotori Perjalanan Sejarah Gereja

Budhi Marpaung Official Writer
2797

Pendeta Dr. Richard M. Daulay mengungkapkan bahwa dalam sejarahnya, gereja juga tidak terlepas dari sikap-sikap ekstrimisme, fundamentalisme, dan radikalisme. Menganggap agama paling benar sementara yang lainnya salah membuat muncul sikap intoleransi dan penindasan kepada agama atau sekte-sekte yang lain.

"Termasuk, perang agama (seperti Perang Salib) telah ikut menghiasi sekaligus mengotori perjalanan sejarah gereja itu sendiri," demikian ujar Richard di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Selasa (6/6).

Lebih jauh dijelaskan oleh pria yang dianggap sebagai salah seorang tokoh dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), bahwa gereja-gereja khususnya di dunia barat sudah mengalami kemunduran yang begitu hebat. Gedung-gedung yang biasa dipakai beribadah para pengikut Kristus kini banyak beralih fungsi.

Menurut Richard, itu terjadi karena sebagian besar gereja telah mengalami sekularisasi, liberalisasi, dan moderasi yang berujung kepada tumbuhnya sikap intoleransi.

Perbedaan sikap terhadap agama lain telah menimbulkan perbedaan persepsi hubungan antaragama secara internasional. Oleh karena itu, ia mendorong para pemeluk agama khususnya Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu agar turut menjaga keamanan dunia. Sebab, keamanan dunia yang majemuk sangat tergantung kemampuan agama-agama menjaganya.

Pendeta Dr. Richard M. Daulay merupakan Sekretaris Umum Pengurus Pusat PGI masa Bakti 2004-2009. Pria kelahiran 13 Desember 1952 ini melayani dan merupakan perwakilan di PGI dari Gereja Methodis Indonesia (GMI).

Sumber : republika.co.id, Wikipedia.org
Halaman :
1

Ikuti Kami