Share this article :

Kegagalan Bukanlah Akhir Dari Segalanya

 Mon June 5th, 2017
 1447

Artikel ini ditulis oleh :

Audrey Ariella

Contributor
 

Kegagalan Bukanlah Akhir Dari Segalanya Sumber : http://acumen.sg/wp-content/uploads/2015

Berapa banyak orang di dalam hidupnya mengalami kegagalan ? Kita bisa melihat orang di sekeliling kita yang mengalami kegagalan entah itu dalam pekerjaan atau hidup mereka. Kegagalan dalam kehidupan pada dasarnya adalah hal yang biasa. Tetapi apakah kegagalan dapat menghambat kita ? Jawabannya adalah semua tergantung dengan kita. Di dalam Alkitab kita dapat melihat contoh seperti Petrus dan Yudas. Keduanya mengalami kegagalan. Pada saat Yesus ditangkap dan dibawa ke rumah Imam Besar, Petrus mengikuti-Nya dan pada saat ada seseorang hamba perempuan yang duduk bersamanya mengamatinya dan berkata “Juga orang ini bersama-sama dengan Dia”   tetapi Petrus menyangkal Yesus sampai ayam berkokok tiga kali (Lukas 22:55-62).

Petrus adalah seorang pengecut. Ia takut jika ia disesah seperti Yesus maka dari itu ia memilih untuk berbohong tetapi Petrus menyadari kesalahannya dan ia menangis dan bertobat. Disitu ia gagal menjadi murid Tuhan. Tetapi pada saat Yesus bangkit dan Roh Kudus tercurah ke atas murid-murid Yesus dan mereka berkata-kata dalam bahasa yang berbeda-beda disitulah orang banyak mengatakan bahwa mereka mabuk dan Petrus menyangkal perkataan mereka. Setelah Roh Kudus tercurah, Petrus banyak melakukan mujizat seperti menyembuhkan orang sakit. Petrus bangkit karena ia mengalami Roh Kudus di dalam hidupnya karena ia tahu bahwa Tuhan ingin dia untuk maju ke depan tanpa melihat ke belakang, tanpa melihat apa yang sudah berlalu.

Berbeda dengan Yudas. Yudas menjual Tuhan Yesus dengan menerima bayaran tiga puluh uang perak kepada imam-imam kepala yang pada akhirnya. Yudas tidak pernah mengira Yesus akan menyerah begitu saja,  ditangkap, disiksa dan pada akhirnya mati di kayu salib. Sedihlah hatinya dan ia melemparkan uang itu dihadapan para imam dan menggantung dirinya di pohon.

Kita melihat kehidupan yang berbeda dari Petrus dan Yudas, mereka mengalami kegagalan tetapi Petrus memilih untuk kembali ke jalan yang benar dan memilih untuk melayani Tuhan sepanjang hidupnya berbeda dengan Yudas, ia memilih untuk menggantung dirinya di pohon.

Semua manusia mengalami kegagalan dan jatuh ke dalam lubang yang mungkin sama atau berbeda, tapi tujuan dari hidup kita bukan untuk jatuh di lubang yang sama terus menerus, tetapi kita harus bangkit melupakan hal-hal yang dapat membuat kita jatuh lagi. Kita harus ingat bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sedikitpun meskipun dalam keadaan yang terpuruk dan tidak memungkinkan.Ketika semua terlihat tidak ada harapan dan tidak memungkinkan,  Tuhan saja cukup untuk kita karena memang Dia-lah yang kita perlukan. Tuhan selalu ingin kita selalu berserah kepada-Nya dan kita akan merasakan kasih yang abadi dari-Nya.

Tulisan ini adalah kontribusi dari visitor Jawaban.com, Anda juga dapat berbagi dan menjadi berkat dengan berbagi kisah inspiratif, kesaksian, renungan, pendapat Anda tentang isu sosial atau berita yang terjadi di lingkungan dan gereja Anda dengan menguploadnya langsung melalui fitur Berani Bercerita di Jawaban.com, info lebih jelas KLIK DISINI.


Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Margareta Cahyo 26 June 2017 - 21:41:30
Selamat Malam Jawaban.com sungguh malam ini , Tuh... more..

Andry Randa 22 June 2017 - 18:41:49
Terpuji namamu ya Alllah atas segala penyertaan hi... more..

Harvey Jeremy 22 June 2017 - 00:20:39
Salam sejahtera untuk saudara semua, kiranya Tuhan... more..

Bryan inzaghi 16 June 2017 - 20:43:01
Sekarang aku ingin mendaftar ke sekolah negri yg k... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Menggunakan Alat Ukur Berkat Tuhan untuk Mencapai Kesuksesan
Menggunakan Alat Ukur Berkat Tuhan untuk Mencapai Kesuksesan
Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak menginginkan kesuksesan. Bahkan......