Share this article :

Ini Dua Perkataan Terakhir Yesus di Kayu Salib dan Artinya Dalam Hidup Kita

 Tue May 16th, 2017
 11659

Artikel ini ditulis oleh :

Florida Siregar

Contributor
 

Ini Dua Perkataan Terakhir Yesus di Kayu Salib dan Artinya Dalam Hidup Kita Sumber : Jawaban.com

Yohanes 19 : 30 dan Lukas 23: 44 – 49

Kematian Tuhan Yesus di kayu salib, menyatakan karya penebusan yang Ia lakukan bagi seluruh umat manusia sudah sempurna. Matius, Markus, dan Lukas mengatakan bahwa Yesus menjerit dengan suara keras ketika Ia meninggal, tetapi Rasul Yohanes menambahkan keteranga rinci peristiwa pada saat itu bahwa ketika Ia menjerit Tuhan Yesus mengatakan: “Sudah selesai”.  Tuhan Yesus merupakan anak seorang tukang kayu yang terbiasa dengan kegiatan jual-beli, menggunakan istilah dalam perdagangan yang dapat diartikan sebagai “sudah lunas”.  Sudah selesai artinya sudah dibayar lunas.

Tuhan Yesus menyelesaikan karya-Nya yang bertujuan untuk membawa kita kembali dalam persekutuan dengan Allah. Tidak perlu ada usaha atau karya lain lagi untuk hal ini. Tuhan Yesus telah menyelesaikan misi-Nya dengan sempurna. Misi membebaskan manusia dari tawanan dosa sehingga kita dapat bersekuru dengan Allah.

Pernyataan terakhir Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku”. Tuhan Yesus akhirnya menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan Bapa. Nyata bahwa Tuhan Yesus bukan mati karena tangan manusia. Ia mati karena tunduk pada kehendak Allah yang menginginkan Dia menggantikan manusia menjadi korban penebusan dosa. Darah yang bercampur air yang keluar dari lambung-Nya menandakan bahwa Dia sungguh – sungguh menderita lahir dan batin, serta benar – benar mati sebagai manusia sejati demi menyelamatkan manusia.

Salib Tuhan Yesus adalah kemenangan kasih dan kuasa Allah yang menyelamatkan manusia berdosa. Kematian-Nya memang ditentukan Allah Bapa untuk membereskan belenggu – belenggu dosa yang mematikan manusia. Oleh karena itu, jangan pernah kita malu terhadap salib Tuhan Yesus karena Dia memikulnya dengan penuh kewibawaan. Dia naik ke salib dengan kepastian bahwa misi penyelamatan Ilahi sedang digenapi.

Tulisan ini adalah kontribusi dari visitor Jawaban.com, Anda juga dapat berbagi dan menjadi berkat dengan berbagi kisah inspiratif, kesaksian, renungan, pendapat Anda tentang isu sosial atau berita yang terjadi di lingkungan dan gereja Anda dengan menguploadnya langsung melalui fitur Berani Bercerita di Jawaban.com, info lebih jelas KLIK DISINI.


Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Febby Makatumpias 28 May 2017 - 18:51:27
Syalom, selamat malam. Saya baru disini, saya ingi... more..

Gare HogPok 23 May 2017 - 10:28:16
Selamat pagi dan salam Sejahtera bagi kita semua. ... more..

Tato' Tambing 22 May 2017 - 09:09:32
Syallom selamat pagi, mohon di doakan untuk hubung... more..

santos 22 May 2017 - 00:14:34
Mohon doanya agar usaha saya yang sedang saya kemb... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Berkorban Karena Cinta
Berkorban Karena Cinta
Salah satu kerinduan terbesar Daud adalah membangun Bait Suci. Meskipun yang membangunnya adalah Sal...