Share this article :

Lagi-lagi, Petugas Kepolisian China Gerebek Gereja dan Tahan 30 Orang Kristen

 Wed May 10th, 2017
 275

Artikel ini ditulis oleh :

Lori Mora

Official Writer
 

Lagi-lagi, Petugas Kepolisian China Gerebek Gereja dan Tahan 30 Orang Kristen Sumber : Believersportal.com

Pada tanggal 3 Mei lalu, sebanyak 20 petugas kepolisian China lakukan pengerebekan mendadak ketika jemaat Gereja Zhongfu Wanmin di provinsi Guangdong, China bagian Selatan tengah menggelar ibadah malam. Semua telepon seluler, kartu ATM, dan kartu identitas diri jemaat gereja disita dan sebanyak 30 anggota gereja, termasuk pimpinan gereja Pendeta Li Pang dan sepasang suami istri asal Amerika Serikat berserta dua anaknya.

Petugas polisi bahkan melumpuhkan Pendeta Pang karena berusaha merekam penggerebekan. Dia tetap ditahan meskipun sebagian jemaat lain sudah dibebaskan. Sang istri, Huang Xiaorui bahkan tidak diberi ijin untuk bertemu dengan Pendeta Pang di sel tahanan.

Berdasarkan pernyataan pihak kepolisian, penggerebekan terjadi karena Gereja Zhongfu Wanmin dinilai melakukan perkumpulan ibadah yang ilegal dan gereja tersebut tidak terdaftar secara administratif di pemerintahan. Selain itu, pihak gereja juga dituduh menampung warga asing, yang jelas sangat dilarang di China.

Tapi Huang dengan terang membantah tuduhan itu. “Kami tidak pernah menampung orang asing manapun. Kami tinggal di Tangxia. Pasangan (asing) itu adalah orang Amerika, tapi mereka sudah terdaftar sebagai warga negara Hong Kong. Mereka bergabung dengan Gereja Tangxia sejak satu dekade yang lalu, dan mereka hanya ingin berkunjung ke gereja kami Rabu kemarin,” ucap Huang.

Ini bukanlah kali pertama terjadi penggerebekan di Gereja Zhongfu Wanmin. Tapi selama beberapa tahun belakangan ini pemerintah telah melakukan penganiayaan terhadap pihak gereja.

Penggerebekan di gereja-gereja di Guangdong sudah terjadi hampir sebulan terakhir. Hal ini diketahui oleh organisasi yang fokus melindungi gereja teraniaya di China, China Aids, saat mendengar berita penahanan Pendeta Xu Rongzhang asal Taiwan, yang ditahan karena menyanyikan lagu rohani ‘Jesus Loves You’. Pemerintah setempat dengan keras melarang warganya untuk menyanyikan lagu-lagu Kristen.

Sebagai tebusan pembebasan terhadap jemaat yang ditahan, pihak kepolisian memaksa mereka untuk menulis pernyataan untuk tak lagi menggelar acara-acara keagamaan. Pendeta Xu, yang sudah dibebaskan, bahkan diancam supaya membatasi pelayannya.

Penganiayaan umat Kristen di China tentu saja tak sebanding dengan apa yang dialami umat Kristen di beberapa belahan negara, yang masih diberi kebebasan beribadah dan melakukan perkumpulan doa. Untuk menghentikan kekejaman rezim Partai Komunis di China, mari terus berdoa bagi mereka yang teraniaya karena mempercayai Yesus dalam hidupnya. Doa kita sangat berharga untuk membebaskan mereka dari tekanan fisik dan psikis yang mereka derita. 

Sumber : Christiandaily.com/jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Febby Makatumpias 28 May 2017 - 18:51:27
Syalom, selamat malam. Saya baru disini, saya ingi... more..

Gare HogPok 23 May 2017 - 10:28:16
Selamat pagi dan salam Sejahtera bagi kita semua. ... more..

Tato' Tambing 22 May 2017 - 09:09:32
Syallom selamat pagi, mohon di doakan untuk hubung... more..

santos 22 May 2017 - 00:14:34
Mohon doanya agar usaha saya yang sedang saya kemb... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Berkorban Karena Cinta
Berkorban Karena Cinta
Salah satu kerinduan terbesar Daud adalah membangun Bait Suci. Meskipun yang membangunnya adalah Sal...