Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
13378


Alkitab menunjukkan bagaimana pentingnya memberikan persepuluhan bagi manusia. Bukan sekedar agar kita terus memperoleh berkat, tetapi itu juga merupakan langkah kita untuk mempermuliakan Tuhan.

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,” (Amsal 3:9)  

Selain itu juga, persepuluhan merupakan tanda bahwa apa yang manusia miliki sesungguhnya adalah kepunyaan Tuhan. Apa yang kita lakukan justru mengembalikan sedikit dari apa yang Tuhan telah serahkan ke dalam kehidupan kita.

Tuhan tidak ingin ciptaannya mengambil semua kekayaan karena Ia mau hati manusia hanya terarah kepada-Nya, bukan yang lain-lain termasuk uang / mamon yang tidak jujur. Ketika manusia mencoba melanggar itu maka sesungguhnya ia sedang ingin mengusir Tuhan dari hatinya.

Oleh karena itu, terkait uang, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9-6-7)

Memberi adalah gaya hidup orang Kristen. Jadi, mau ia adalah seorang pekerja maupun seorang pengusaha, hal ini harus diterapkan. Untuk melakukannya pun harus disertai dengan kerelaan hati dan sukacita.  

Sebagai pebisnis, terkadang ada pertanyaan penting yang perlu dijawab yakni bagaimana kita memberikan persepuluhan dari usaha kita? Apakah kita harus memberikan persepuluhan dari pendapatan bersih ataukah pendapatan kotor?

Jika kamu ingin berbisnis dengan tujuan menghormati Tuhan maka yang kamu perlu perhatikan adalah bayarlah persepuluhan dari yang menjadi pendapatan bersih kamu. Mengapa? Karena jika kamu memberikan dari pendapatan kotor maka sesungguhnya di sana ada bagian yang menjadi milik orang lain yang harus kamu bayarkan.

Adapun bagian yang menjadi milik orang lain yang dimaksud di sini antara lain biaya operasional (terkait harta tidak berjalan seperti biaya listrik, biaya air, dan lain sebagainya), pinjaman kreditur dan gaji karyawan. Ingat soal memberi kepada Kaisar dan kepada Tuhan yang ada di Alkitab? Yesus di sana dengan tegas menyatakan bahwa berilah apa yang memang menjadi bagian untuk kaisar, dan berilah apa yang menjadi bagian untuk Tuhan. Jangan atas nama memberikan persepuluhan kepada Tuhan, apa yang menjadi kewajiban kita sebagai pengusaha justru kita abaikan.

Kesimpulannya, bayarlah semua yang menjadi kewajiban sesuai dengan porsinya karena dengan begitulah kita menyenangkan hati Tuhan.

Sumber : cbn.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

anastasia 23 February 2018 - 16:35:52

bagaimana menghadapi orangtua yang selalu minta ua.. more..

0 Answer

desy deska 23 February 2018 - 11:06:47

Syalom saya Deska, mohon doanya yah untuk iman sa.. more..

2 Answer

Anisa Rahmawati 23 February 2018 - 07:53:02

1.mulai mendeklarasi variable nilai 2.berapa besa.. more..

1 Answer


Lin Fei Ping 22 February 2018 - 16:35:26
Shalom,saya Lin Fei Ping,mohon doa supaya dibantu ... more..

Lilyana Olivia 22 February 2018 - 07:44:10
Shaloom... Sejak melahirkan anak, kehidupan persek... more..

Arianto 21 February 2018 - 17:47:20
mohon doa pemulihan ekonomi keluarga, terbebas dar... more..

sekar marutic 20 February 2018 - 21:14:33
Mohon bantu dalam doa, supaya saya bisa diangkat ... more..

Banner Mitra Week  3


7379

advertise with us