Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
12983


Alkitab menunjukkan bagaimana pentingnya memberikan persepuluhan bagi manusia. Bukan sekedar agar kita terus memperoleh berkat, tetapi itu juga merupakan langkah kita untuk mempermuliakan Tuhan.

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,” (Amsal 3:9)  

Selain itu juga, persepuluhan merupakan tanda bahwa apa yang manusia miliki sesungguhnya adalah kepunyaan Tuhan. Apa yang kita lakukan justru mengembalikan sedikit dari apa yang Tuhan telah serahkan ke dalam kehidupan kita.

Tuhan tidak ingin ciptaannya mengambil semua kekayaan karena Ia mau hati manusia hanya terarah kepada-Nya, bukan yang lain-lain termasuk uang / mamon yang tidak jujur. Ketika manusia mencoba melanggar itu maka sesungguhnya ia sedang ingin mengusir Tuhan dari hatinya.

Oleh karena itu, terkait uang, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9-6-7)

Memberi adalah gaya hidup orang Kristen. Jadi, mau ia adalah seorang pekerja maupun seorang pengusaha, hal ini harus diterapkan. Untuk melakukannya pun harus disertai dengan kerelaan hati dan sukacita.  

Sebagai pebisnis, terkadang ada pertanyaan penting yang perlu dijawab yakni bagaimana kita memberikan persepuluhan dari usaha kita? Apakah kita harus memberikan persepuluhan dari pendapatan bersih ataukah pendapatan kotor?

Jika kamu ingin berbisnis dengan tujuan menghormati Tuhan maka yang kamu perlu perhatikan adalah bayarlah persepuluhan dari yang menjadi pendapatan bersih kamu. Mengapa? Karena jika kamu memberikan dari pendapatan kotor maka sesungguhnya di sana ada bagian yang menjadi milik orang lain yang harus kamu bayarkan.

Adapun bagian yang menjadi milik orang lain yang dimaksud di sini antara lain biaya operasional (terkait harta tidak berjalan seperti biaya listrik, biaya air, dan lain sebagainya), pinjaman kreditur dan gaji karyawan. Ingat soal memberi kepada Kaisar dan kepada Tuhan yang ada di Alkitab? Yesus di sana dengan tegas menyatakan bahwa berilah apa yang memang menjadi bagian untuk kaisar, dan berilah apa yang menjadi bagian untuk Tuhan. Jangan atas nama memberikan persepuluhan kepada Tuhan, apa yang menjadi kewajiban kita sebagai pengusaha justru kita abaikan.

Kesimpulannya, bayarlah semua yang menjadi kewajiban sesuai dengan porsinya karena dengan begitulah kita menyenangkan hati Tuhan.

Sumber : cbn.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

ESAR HADON HASIBUAN 10 December 2017 - 11:08:45

Shalom ,jc talk saya ingin pencerahan bagaimana sa.. more..

1 Answer

Elma 9 December 2017 - 11:57:05

bagaimana seorang introvet bisa mengubah kepribadi.. more..

1 Answer

Elma 9 December 2017 - 11:55:56

bagaimana caranya agar selalu percaya diri

1 Answer


Rusli Liwang 11 December 2017 - 14:05:19
Tolong doakan Pernikahan saya yang baru seumur jag... more..

Veronica 10 December 2017 - 04:16:41
Shalom, Saya mohon bantuan doa nya, saya adalah se... more..

Risma warisman 8 December 2017 - 20:58:04
Mlm bapak ibu mohin dulungam doanya... saya sangat... more..

Tika Elfrida P 1 December 2017 - 22:55:16
Selamat malam JC, mohon dukungan doa agar lebih fo... more..

Banner Mitra Week 2


7334

advertise with us