Share this article :

Tepat di Hari Film Nasional, Dua Artis Senior Ini Beberkan Dua Kekurangan dari Film Indonesia

 Thu March 30th, 2017
 458

Artikel ini ditulis oleh :

Lori Mora

Contributor
 

Tepat di Hari Film Nasional, Dua Artis Senior Ini Beberkan Dua Kekurangan dari Film Indonesia Sumber : Popular-world.com

Setiap 30 Maret, kita pasti akan merayakan Hari Film Nasional. 67 tahun yang lalu, pada 30 Maret 1950 adalah hari pertama pengambilan gambar film yang pertama kali ditayangkan di layar kaca yaitu ‘Darah & Doa’ atau ‘Long March of Siliwangi’ yang disutradarai oleh Usmar Ismail, yang merupakan Bapak Perfilman Nasional dan pemrakarsa Usmar Ismail Awards (UIA)  yang digelar setiap tahunnya.

Dan sebagai pelaku yang sudah malang melintang di dunia perfilman, dua artis senior seperti Christine Hakim dan Lola Amalia tentu sudah tahu betul soal bagaimana pertumbuhan perfilman Indonesia sejak dulu hingga saat ini. Tepat di Hari Film Nasional ini, keduanya mencoba menyuarakan pandangan mereka soal apa yang mereka lihat dan rasakan soal perfilman Indonesia.

Keduanya memang turut bangga dengan peningkatan penonton film Indonesia di bioskop sepanjang tahun 2016. Pencapaian ini bahkan dinilai fenomenal oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Muhadjir Effendy, MAP, karena dirasa  sudah ada peningkatan kreatifitas dari para insan perfilman Indonesia dalam memproduksi kontennya.

Meski begitu, Lola Amalia tetap menyampaikan bahwa kekurangan utama yang masih terjadi adalah sedikitnya jumlah layar untuk film Indonesia. Dia menilai kalau selama ini film Indonesia dan Hollywood masih terus bersaing ketat di bioskop.

“(Persaingan) itu masih terjadi kalau misalnya ada film box office Hollywood, tetap aja empat layar buat film itu sisanya buat film kita. Mungkin ada layar tambahan supaya kita enggak rebutan,” ucap Lola.

Sementara Christine Hakim sendiri menyampaikan bahwa hal yang paling penting untuk bisa meningkatkan kualitas film Indonesia adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nya. Salah satu vcara meningkatkannya adalah dengan membekali anak muda dalam hal pendidikan. “Gimana caranya smeningkatkan kemampuan SDM, itu sebabnya. Sebetulnya, anggaran (untuk perfilman) itu kan ada. Kirimlah anak muda untuk sekolah ke luar (negeri). Jadi, jangan ke luar negeri misalnya belajar ekonomi atau politik,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan agar Indonesia bisa belajar dari India yang berhasil memproduksi sekitar 1000 film setiap tahunnya. Jauh sekali dengan Indonesia yang masih mampu memproduksi sekitar 100 film saja. Karena itu, Christine berharap pemerintah bisa kembali menggencarkan komunitas-komunitas film di berbagai daerah.

Film memang menjadi salah satu media yang bisa dipakai untuk menghibur, memberi pengaruh, pembelajaran, motivasi, inspirasi dan juga penjangkauan terhadap banyak orang. Dan sebagai orang-orang Kristen yang kreatif, fungsi inilah yang sepatutnya kita manfaatkan untuk melakukan penjangkauan yang efektif. Hari Film Nasional kali ini diharapkan tidak hanya sekadar bicara soal bagaimana peningkatan perfilman Indonesia, tapi juga bisa menjadi dorongan bagi anak muda Kristen untuk ambil bagian dalam pekerjaan perfilman dan menghasilkan film-film yang dibangun dengan dasar kebenaran firman Tuhan dan yang menginspirasi hidup banyak orang.

Sumber : Berbagai Sumber

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Charles Rosidi 29 May 2017 - 08:33:47
Untuk pekerjaan dengan banyaknya masalah yang haru... more..

Febby Makatumpias 28 May 2017 - 18:51:27
Syalom, selamat malam. Saya baru disini, saya ingi... more..

Gare HogPok 23 May 2017 - 10:28:16
Selamat pagi dan salam Sejahtera bagi kita semua. ... more..

Tato' Tambing 22 May 2017 - 09:09:32
Syallom selamat pagi, mohon di doakan untuk hubung... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Berkorban Karena Cinta
Berkorban Karena Cinta
Salah satu kerinduan terbesar Daud adalah membangun Bait Suci. Meskipun yang membangunnya adalah Sal...