Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Angelia Agatha

Official Writer
2325


Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” - Amsal 17:22

Pernahkah kamu membaca ayat di atas? Saat kita baca ayat itu biasanya kita cenderung menyepelekannya. Tapi apakah benar hati yang gembira adalah obat?

Ternyata menurut penelitian dari Chopra Center for Wellbeing, Carlsbad, California, dengan hati penuh dengan rasa syukur dilaporkan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, loh!

Seperti yang dilansir Kompas, para peneliti ini ingin meneliti perasaan bersyukur pada populasi yang pernah mengalami masalah dengan kesehatan jantung. Untuk itu tim studi yang juga melibatkan Deepak Chopra (yang dikenal dengan dukungan kesehatan alternatifnya), menarik 186 pasien dari klinik jantung California.

Semua pasien yang menjadi sampel adalah pasien gagal jantung stadium B, yang berarti mereka memiliki sejumlah gangguan fungsi serta pembengkakan jantung tetapi bukan dengan sintom yang lebih serius. Menurut para periset, pada tahap B ini menjadi waktu penting untuk intervensi karena kerusakan yang terjadi dapat dibalikkan.

Kemudian para responden diteliti tingkat rasa bersyukurnya, kesejahteraan spiritual dan efikasi diri. Efikasi diri adalah keyakinan akan kemampuan diri untuk berhasil dalam mengelola fungsi jantungnya. Pasien juga dinilai sintom depresi yang dialami serta kualitas tidur dan kelelahan. Terakhir, para periset mengecek darah partisipan untuk melihat indicator peradangan.

Hasil yang mengejutkan dari studi itu adalah para periset menjumpai bahwa pasien yang lebih bersyukur dilaporkan tidur lebih baik, suasana hatinya lebih sedikit mengalami tekanan, tidak terlalu lelah, efikasi dirinya lebih tinggi dan indicator peradangan yang lebih rendah.

“Perasaan bersyukur sebagai sebuah konsep, bisa menjadi pembuka ke emosi yang postif lebih dari yang dilakukan spiritualitas,” kata Nina Kupper, professor psikolog dari Tillburg University, Belanda.

Hal itu terkait dengan penekanan akan pentingnya suasana positif terhadap proses pemulihan, perasaan tersebut sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara beban penyakit dan kapasitas seseorang saat berurusan dengan penyakitnya.

Bahkan pada sub-study mereka, dijumpai juga bahwa pasien yang membuat jurnal rasa bersyukur terhadap perawatan mereka mengalami indicator dari inflamasi atau peradangan serta peningkatan varibilitas denyut jantung mereka (yang adalah ukuran lain dari perununan resiko).

Jadi, dalam riset tersebut jelas bahwa dengan rasa bersyukur, kita membuka jalan untuk menjadi bahagia. Bahkan kebahagiaan itu membawa dampak positif bagi kesehatan tubuh kita. Jadi ketika kita tidak boleh berputus asa dengan apapun pergumulan kita. Jalani itu dengan hati yang bergembira maka tubuh kita akan pulih.

Sumber : Kompas.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

bungaran.com 28 July 2017 - 09:56:26

Apakah sebenarnya bentuk bumi yang sebenarnya, apa.. more..

1 Answer

Dorce Hoor 28 July 2017 - 09:29:04

Apakah aku bisa di ampuni?

1 Answer

Tonosugi 28 July 2017 - 09:15:04

Apakah benar Yesus dibangkitkan di hari ketiga?

0 Answer


bungaran.com 28 July 2017 - 09:50:45
Tolong doakan saya agar setiap proses menuju Russi... more..

Humble Man 25 July 2017 - 00:12:21
Dear all, saya minta tolong dibantu doa untuk supa... more..

Roxel Christiancen 24 July 2017 - 08:11:01
Shalom teman teman. Saya mempunyai suatu permasala... more..

Jonathan Stanlie 21 July 2017 - 11:56:55
Teman - teman, Saya bersama pasangan saat ini sed... more..

Banner Mitra Week 4


7275

Imago