10 Aturan dalam Pernikahan Kristen yang Harus Selalu Dipegang (1/2)

10 Aturan dalam Pernikahan Kristen yang Harus Selalu Dipegang (1/2)

Budhi Marpaung Official Writer
8589

Rumah tangga yang dibangun di dalam Tuhan sungguh baik, tetapi sayangnya kita sering memandang itu hanya dalam konteks ritual pernikahan. Kita menganggap Tuhan sudah senang saat melihat kita diberkati oleh pendeta dan mengikuti ketentuan gereja.

Satu sisi, itu tidak salah. Namun, jika hal tersebut yang kita pegang maka kita akan kesulitan saat mengarungi perjalanan bersama dengan pasangan. Mengapa? Karena kita melupakan Tuhan dan menganggap Tuhan ada hanya saat acara pemberkatan dan resepsi pernikahan kita.

Tuhan ada di saat acara pernikahan dan bahkan di hari-hari yang kita lalui bersama pasangan. Ia memberikan hikmat kepada kita tentang bagaimana menjalani kehidupan bersama dengan pasangan. Salah satu hikmat yang diberikan oleh-Nya adalah aturan-aturan yang wajib disepakati oleh pria atau perempuan yang ada di dalam keluarga. Apa saja itu?

1. Selalu Akhiri Hari dengan Hati yang Bersih

Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dengan hari-hari kita. Bisa peristiwa yang menyenangkan terjadi, tetapi bisa juga peristiwa yang kurang menyenangkan. Saat yang terjadi adalah hal yang membuat tidak nyaman kamu atau pasangan, ingatlah bahwa jangan pegang masalah tersebut lama-lama. Pastikan hati kamu dan pasangan bersih kembali sebelum tidur. Bukankah Alkitab juga memberi petunjuk agar sebelum matahari terbenam, kita perlu memadamkan amarah yang ada di dalam diri kita? (Efesus 4:26).

2. Jadilah 100%

Seringkali pada saat kita membaca Alkitab apalagi mengenai peran suami-istri di dalam keluarga, hati kita condong untuk mengatakan bahwa ia harus berbuat dulu seperti itu, baru saya akan melakukan ke dia. Padahal, Alkitab tidak mengatakan sebab-akibat. Untuk suami, Allah memberikan perintah sendiri. Begitu pun dengan istri, Allah memberikan perintah sendiri. Hal ini jangan dibenturkan. Namun, kita perlu untuk mengambilnya.

3. Jadikan masalah pribadi sebagai masalah pribadi

Hindari untuk mengumbar apa yang menjadi masalah di dalam rumah tangga kepada orang lain bahkan orang terdekat sekalipun. Apa yang terjadi antara kamu dan pasangan adalah urusan kalian berdua. Pastikan apa yang kamu katakan tentang pasanganmu kepada orang lain adalah yang positif, bukannya negatif.

4. Hiduplah dengan apa yang ada

Salah satu masalah klasik di dalam rumah tangga adalah persoalan keuangan. Gara-gara ingin seperti orang lain atau keluarga lain, banyak orang yang berusaha sedemikian rupa agar bisa hidup melebihi apa yang ada pada mereka sekarang. Padahal hal ini berbahaya karena kita bisa terjebak dalam utang dan tidak mampu untuk membayarnya.

5. Perceraian bukanlah pilihan

Sekali kamu mengucapkan janji pernikahan maka itu artinya adalah selamanya. Apapun yang kamu hadapi, bahkan jika kita menganggapnya itu sangat berat, perceraian sedapat mungkin dijauhi.

Perceraian bukanlah solusi atas masalah yang dihadapi. Perceraian justru membuat persoalan baru.


Bersambung

Sumber : whatchristianswanttoknow.com
Halaman :
1

Ikuti Kami