Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
6085


Kalau ngomongin soal nikahan nih ya, pasti setiap orang pengen ngejalanin acara pernikahan yang sempurna. Tapi yang namanya hidup ya, ujian cinta juga pastinya bakal selalu mengikuti di belakang. Ada yang pas nikahan kecelakaan lah, ada yang batal lah, yang nggak sesuai sama harapan karena ego keluarga lah dan ada juga yang tiba-tiba salah satu pasangan jatuh sakit dan nikahan terpaksa harus dibatalkan. Ngeri-ngeri sedap juga ya kalau sampai begituan!

Nah, menurut cerita nih ya. Ada sepasang kekasih yang harus melewati ujian cinta kayak salah satu kasus di atas. Kisah ini dialami sama Gitaditya Witono dan pasangannya. Perempuan ayu yang disapa Gita ini dengan penuh ketegaran harus melewati prosesi resepsi pernikahannya seorang diri tanpa didampingi pasangannya. Dia justru hanya menggandeng sebuah keris dengan tangan kirinya sebagai lambang dari lengan pasangannya yang nggak bisa hadir di resepsi itu.

Apa gerangan yang terjadi dengan mempelai laki-laki? Apa dia melarikan diri? Batal nikah dan sebagainya? Usut punya usut, ternyata sang mempelai laki-laki lagi sakit dan dirawat di rumah sakit tepat saat acara pernikahan mereka. Di akun instagramnya @gitskai menjelaskan, “Karena mas koko sakit, makanya pas kirab saya berjalan dengan memegang keris, melambangkan kehadiran mas koko di resepsi. Makanya dipegang erat-erat aja sambil nahan nangis dan tetap tersenyum.”

Untungnya, orang-orang terdekat Gita tetap ada disampingnya dan menguatkan dia. Di sepanjang resepsi, Gita pun menggenggam keris itu erat seolah-olah itu adalah lengan pria yang dia cintai itu.

Kondisi kesehatan mas koko saat menjalani prosesi pemberkatan di Gereja St. Ignatius Loyola, Jakarta memang sudah drop. Tapi dia masih tetap bisa bertahan sampai pengucapan janji suci di depan altar. Nggak lama setelah itu dia pun langsung dilarikan ke rumah sakit.

Karena itulah, Gita terpaksa harus berdiri sendirian di pelaminan selama acara resepsi pernikahan mereka. Sementara pria yang baru saja dinikahinya itu terbaring lemah di rumah sakit.

Atas ketegaran dan kekuatan Gita, banyak orang yang kemudian memuji dia sekaligus mengucapkan selamat buat pernikahannya. Banyak diantara komentar yang tersemat di akun Instagramnya menilai kalau inilah ‘cinta sejati’. Untuk itu, mereka berdoa supaya Gita dan pasangannya langgeng sampai akhir hayat.


Mungkin kamu lagi mikir sekarang. Apa sih yang bikin si mempelai laki-laki kog tiba-tiba jatuh sakit? Ya, seperti hasil riset kecil-kecilan penulis, mempelai laki-laki yang disapa akrab mas Koko itu ternyata jatuh sakit karena kecapean. Di postingan gambar Gita pada 19 Mei 2016 itu, dia mengaku sedih karena pria yang dia cintai itu benar-benar kerja keras selama dua bulan terakhir sebelum pernikahan demi mewujudkan pernikahan yang sempurna seperti harapan Gita.

Semua orang yang mau menikah pastinya mendambakan pernikahan yang sempurna. Dalam artian, mulai dari acara pemberkatan, resepsi, undangan, katering, busana dan gedung untuk acara semuanya harus yang terbaik. Karena demi mewujudkan semua ini, banyak dari pasangan yang mau menikah akhirnya kerja keras dan seringnya lupa jaga kesehatan.

Gita pun akhirnya menyadari kalau pernikahan bukanlah soal tata acaranya atau seberapa megah resepsi pernikahan. Tetapi hal terpenting dalam sebuah pernikahan adalah tentang kebahagiaan kedua belah pihak. Karena nggak ada yang pengen berjalan di altar sendirian kan, sementara calonnya sendiri terbaring sakit di rumah sakit? “Sekarang aku menyadari kalau semua hal-hal kecil yang sangat gila itu nggak berarti apa-apa dibanding kesehatan dan kebahagiaanmu. Mari memulai perjalanan ini bersama,” tulis Gita.

Dari kisah ini kita bisa belajar beberapa poin penting ya:

1. Mempersiapkan pernikahan memang akan menyita banyak waktu. Tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan hanya demi membuat segalanya sempurna. Karena kebahagiaan dan kesehatan kalian jauh lebih penting dari dekorasi pesta yang indah.

2. Cinta itu bicara soal kebahagiaan. Gita mengaku berusaha untuk tetap tegar saat berdiri sendiri di resepsi pernikahannya tanpa pria yang dia cintai. Dia mengaku kekuatan dan senyuman itu berasal dari besarnya cinta di antara mereka.

3. Jangan panik dan menyerah. Seperti dalam cerita pernikahan Gita, dia mengaku tak ada kepanikan dan kekhawatiran ketika pun mempelai pria jatuh sakit. Yang jelas mereka sudah mengikat janji sehidup semati di hadapan Tuhan. Sementara resepsi hanyalah sebatas perayaan atas sahnya mereka menjadi pasangan suami istri.

Well. semoga kisah ini memberkati kita semua ya. Buat yang lagi persiapan nikah juga boleh belajar dari pasangan ini.

Sumber : Boombastis.com/jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Ahi Soga 16 August 2019 - 05:13:20

Gerakan yang dominan di lakukan dalam sepak bola a.. more..

0 Answer

Nelly Susylianti 15 August 2019 - 15:28:11

bagaimana cara supaya kita bisa bayar harga atas d.. more..

1 Answer

Yosua Mosey 15 August 2019 - 00:43:59

kenapa kesalahan selalu ada? akankah kita bisa lep.. more..

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7272

Banner Mitra Agustus Week 3