Yuk Intip Koleksi Alkitab Apa Aja di Museum Lembaga Alkitab Indonesia

Yuk Intip Koleksi Alkitab Apa Aja di Museum Lembaga Alkitab Indonesia

Lori Official Writer
5444

Bagi kalian yang belum tahu, perlu sekali mengetahui kalau umat Kristen di Indonesia juga punya Museum Alkitab loh. Namanya Museum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

Bila pengen belajar banyak soal Alkitab dan hal-hal terkait sejarahnya bisa mengunjungi museum ini. Karena selain lengkap, kita juga bisa belajar soal beragam koleksi Alkitab unik, salah satunya adalah Alkitab yang ditulis tangan. Terdapat tiga koleksi Alkitab tulisan tangan di Museum LAI. Untuk melihatnya, kita perlu menuju ke bagian depan museum, tepatnya tersimpan di dalam sebuah vitrin kaca.

Alkitab yang terletak di sebelah kiri dan kanan memiliki sampul berwarna hitam, sementara bagian depannya tertulis kata “Alkitab” dengan huruf emas, hiasan berwarna emas juga menyinari dengan ketebalan yang menyerupai ransel yang digunakan pendaki gunung saat menjelajahi alam. Sayangnya, kita tidak bisa membaca atau melihat-lihat isi Alkitab karena Alkitab tersebut dalam posisi tertutup.

Berbeda halnya dengan Alkitab yang ada di bagian tengah. Alkitab ini lebih tipis namun kita bisa membuka dan melihat contoh tulisan tangan yang terdapat di bagian kiri dan kanan. Ibaratnya, ini adalah sampel yang dipersilahkan untuk bisa dilihat untuk mengetahui isi Alkitab lainnya.

Lebih rincinya, Alkitab di bagian kiri adalah Alkitab Tulisan Tangan Anak-Anak. Alkitab ini mulai ditulis sejak tahun 2002 dan melibatkan sebanyak 6000 anak-anak dari gereja dan berbagai sekolah Kristen di seluruh Indonesia. Pembuatan Alkitab tulisan tangan ini dilakukan sebagai aksi penggalangan dana bagi pengadaan Alkitab dan bacaan bagi anak-anak di pedalaman.

Sementara Alkitab di sebelah kanan adalah Alkitab Tulis Tangan Dewasa. Alkitab tulisan tangan dewasa ini dibuat oleh sebanyak 2872 orang penulis yang berasal dari 44 gereja dan 54 kelompok, persekutuan doa di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Cirebon ini diselesaikan dalam waktu 21 bulan. Alkitab ini dibuat sebagai bentuk dukungan pelaksanaan program penggalangan dana untuk penerbitan perdana Perjanjian Baru dalam bahasa Dayak Maanyan dan Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Alkitab ini memiliki  berat 23 kilogram, jumlah pasal 1189, jumlah kitab 66 dan jumlah halaman 3.950.

Selain tiga koleksi Alkitab unik ini, Museum Alkitab LAI juga punya beberapa koleksi Alkitab lain yang merupakan sejumlah sampel Alkitab dalam berbagai bahasa daerah.

Sebagai lembaga yang bertugas untuk menyebarkan Injil ke berbagai wilayah di tanah air, LAI dibantu oleh sebuah program bernama Satu Dalam Kasih, yang didukung oleh para pengusaha, profesional, dan jemaat gereja di seluruh Indonesia.

Gerakan Satu Dalam Kasih ini memiliki visi untuk mempersatukan dan menggerakkan semua pengusaha dan profesional Kristen tanpa memandang denominasi untuk bersama-sama mendukung perluasan penyebaran Injil Kristus di seluruh Indonesia. Selain itu, mereka juga secara aktif menggalang dana untuk program penerjemahan, penyebaran Alkitab, dan Pembaca Baru Alkitab guna menopang kehidupan para hamba Tuhan di daerah-daerah terpencil.

Secara garis besarnya, LAI hadir sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk menyebarkan berita Injil ke berbagai pelosok negeri serta menjadi penopang bagi pelayanan-pelayanan kecil yang ada di daerah-daerah terpencil.

Jadi, dengan mengetahui hal ini kita bisa lebih paham dan menyadari bahwa ada banyak orang di luar sana yang terus bekerja keras untuk memberitakan firman Tuhan di berbagai daerah. Karena itu, kita juga patut memberi dukungan donk!

Sumber : Satu Harapan
Halaman :
1

Ikuti Kami