Ini Permintaan Aneh Diktator Korut untuk Umat Kristen di Negaranya

Internasional / 7 January 2017

Ini Permintaan Aneh Diktator Korut untuk Umat Kristen di Negaranya
Sumber: Korean Central News Agency /Reuters
daniel.tanamal Official Writer
9297

Diktator Korea Utara, Kim Jong-un, adalah salah satu tokoh dunia yang dikenal kurang respek terhadap hal-hal yang berbau agama. Demikian pula terhadap umat berkeyakinan di Korut, salah satunya umat Kristiani, Jon-un, melarang perayaan Natal.

Dirilis news.com.au, Selasa (27/12/2016), untuk mengganti perayaan Natal, Jong-un meminta umat Kristen merayakan ulang tahun neneknya, Jong-suk yang lahir pada malam Natal 1919. Jong-suk adalah istri dari diktator pertama Korea Utara, Kim Il-sung, dan ibu dari ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il.

Sementara itu, entah karena ketakutan atau memang tradisi, banyak warga Korut yang memberi penghormatan kepada "Ibu Revolusi" yang meninggal secara misterius pada 1949 itu dengan berziarah ke makamnya.

Ini bukan kali pertama Jong-un memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap hal-hal yang berbau Natal. Pada 2014, Kim Jong-un bahkan menunjukkan kegeramannya ketika mengetahui Korea Selatan berencana memasang pohon Natal berukuran besar di perbatasan negara.

Akan tetapi faktanya saat ini sejumlah pohon tersebut dapat ditemukan di Pyongyang, terutama di toko-toko dan restoran kelas atas. Namun tetap dengan tak menyertakan simbol-simbol agama.




Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?