Natal, Momen Tepat Mengenang Orang Terkasih yang Sudah Tiada

Kata Alkitab / 23 December 2016

Kalangan Sendiri

Natal, Momen Tepat Mengenang Orang Terkasih yang Sudah Tiada

Lori Official Writer
3608

Momen Natal tahun ini mungkin adalah tahun terakhir sebagian dari kita bisa berkumpul dengan salah satu anggota keluarga yang belum lama ini tiada. Kepergian mereka bahkan mungkin masih meninggalkan kesedihan dan kehilangan yang mendalam. Namun bagaimanapun keadaannya, dia atau mereka sudah berada di tempat terbaik saat ini. Natal tanpa kehadiran mereka lagi bukan sesuatu yang harus dijadikan alasan untuk tidak menikmati sukacita Natal yang saat ini sedang kita rayakan.

Namun demikian, Natal tetap bisa menjadi momen bagi Anda untuk bisa mengenang dan menghormati mereka yang sudah tiada. Berikut ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan rasa hormat tersebut:

1. Lakukan sesuatu yang dia/mereka sukai

Nenek saya suka sekali menggali tanah dan menanam tanaman. Di mana pun dia tinggal, dia akan selalu menanam tanaman dianthus. Pekarangannya tak pernah menyisakan lahan kosong sedikit pun karena dia akan menumbuhi semua pekarangannya dengan tanaman, selalu begitu! Jadi untuk menghormati dia, tahun ini aku mulai menanam dianthus di sekitar pekarangan ku. Setiap kali bunga itu mekar, aku selalu merasa bahagia karena mengingat nenek ku.

Jika orang terkasih Anda yang sudah tiada juga punya hobi atau kegemaran tersendiri yang sangat baik, Anda bisa mencoba mengikutinya. Persembahkanlah hasil karya Anda untuk menyenangkan hati mereka.

2. Sertakan makanan favorit dia/mereka saat perayaan Natal

Ibu mertuaku akan selalu berbicara soal lemon crème pie. Dia sering meneritakan kisah bagaimana dia dan seorang temannya akan selalu membeli kue tersebut, membuat bulatan di tengah dan memakannya sedikit demi sedikit. Dan lemon crème pie adalah makanan terakhir yang aku makan sebelum dia meninggal. Saat dia dirawat di rumah sakit, dia sama sekali tidak mau makan apa-apa. Bahkan hot dog yang dibelikan kakak iparku sama sekali tak disentuh. Namun saat aku membawakannya sepotong lemon crème pie, dia sangat suka. Dan itulah momen untuk terakhir kalinya mertua saya memakan kue kegemarannya itu.

Dan di momen Natal ini, aku sengaja memakan lemon crème pie sebagai bentuk penghormatan akan dia. Selain itu, aku juga membagikan makanan penuh kenangan itu bersama dengan keluarga besarku.

3. Ikutlah dalam kegiatan amal yang sangat disukai orang terkasih Anda

Mungkin ibu Anda suka sekali dengan anak-anak dan dia mau mengadopsi anak dari lembaga anak internasional. Atau ayah Anda suka sekali dengan bisbol dan dia kerap menyumbangkan beasiswa ke liga lokal untuk membantu tim bisbol tersebut. Atau anggota keluarga Anda yang lain juga punya kegemaran dalam hal kemanusiaan. Satu-satunya cara untuk mengenang dan menghormati mereka adalah dengan terbeban untuk mengikuti jejak baik yang mereka sudah tabur. Anda mungkin bisa membantu di sebuah tempat penampungan tunawisma. Atau menyumbangkan sejumlah dana untuk sebuah aksi amal yang membutuhkan.

Melakukan hal apapun yang mereka sukai semasa hidup mereka akan membuat mereka bangga kepada Anda.

4. Ceritakan kenangan Anda bersama dia/mereka dengan penuh kebanggaan

Ingat bahwa cara terbaik kita untuk menghormati orang yang sudah tiada adalah mensyukuri hidup dengan penuh sukacita. Merenungkan kembali masa-masa indah bersama dia/mereka. Membagikan kisah-kisah menyenangkan saat bersama mereka kepada orang lain juga menjadi sesuatu yang akan membuat Anda senang. Jangan pernah terhanyut dalam kesedihan yang berkepanjangan, karena mereka juga ingin Anda bangkit dan terus menjalani hidup.

Liburan tahun ini mungkin terasa sulit karena tak lagi bersama-sama mereka yang kita kasihi, tetapi bukan berarti kita tidak bisa merayakan Natal kali ini dengan sukacita bukan? Jika Anda menghadapi liburan tanpa seseorang yang spesial, mintalah Tuhan untuk membungkus Anda dalam kasih-Nya dan mendapatkan sukacita-Nya kembali. Renungkanlah ayat Mazmur 30: 5, “.....sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.”

Tuhan Yesus memberkati!

Sumber : Lori Hatcher-Crosswalk.com/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami