Willy : Ku Pilih Jual Barang Curian Demi Jadi Kaya Raya

Willy : Ku Pilih Jual Barang Curian Demi Jadi Kaya Raya

Lori Official Writer
8266

Yety baru mengetahui pekerjaan Willy setelah mereka menikah. Kecurigaannya terbukti bahwa sang suami ternyata adalah seorang penadah atau penjual barang-barang curian. Willy tergiur menjalankan profesi ini karena menghasilkan uang yang jauh lebih besar.

“Waktu itu kan saya posisi tinggal di daerah Sidonipa. Di kampung itu, semua rata-rata hampir banyak sekali penjahat-penjahat yang rumahnya di situ. Akhirnya ditawarin jadi penadah. Saya ditawarin barang-barang, ya saya terima,” tutur Willy dalam kesaksiannya di program Kesaksian Gang Senggol Show.

Besarnya pendapatan yang diperoleh Willy dari pekerjaan ini membuat dia betah. Tak peduli apapun risiko yang akan dia terima.  Ada kalanya kelompok perampok barang yang diajaknya bekerja sama bisa mengalami kegagalan sampai Willy bahkan sudah beberapa kali dijebloskan ke dalam penjara saat kedapatan menjual barang-barang curian tersebut. Namun berkat bantuan dari saudaranya, dia tetap bisa berkeliaran dan kembali menjalankan bisnis haram tersebut.

“Setelah saya keluar dari kantor polisi, saya tidak jera. Nggak membuat saya kapok juga karena memang keasyikan terima uangnya itu,”

Willy memang terbilang beruntung. Karena selama menjadi penadah, dirinya kerap mendapatkan barang-barang berharga dengan nilai jual yang cukup tinggi. Itulah momen kejayaan berbisnis bagi dirinya. Dengan uang yang banyak, dia dan teman-teman bebas menikmati kesenangan hidup, mulai dari hura-hura, minum-minuman, narkoba dan bersenang-senang dengan banyak wanita.

Willy jarang sekali ada di rumah. Setiap malam, dirinya kerap keluar dan pulang bahkan larut malam. Sebagai seorang istri, Yety merasakan kekhawatiran dan kecurigaan yang sangat beralasan. “NAnti kalau masih jam 7, jam 8 itu (masih) ada. Tapi kalau sudah jam 9 malem nggak tau ilang kemana. Kan sebagai istri (saya) juga kuatir di rumah,” ucap istrinya, Yety.

Kebiasaan buruk Willy setiap hari terus berulang. Dia bahkan tidak peduli dengan setiap omelan sang istri. Bahkan untuk menutupi kesalahan, perselingkuhan dan keburukannya, dia kerap kali mencari-cari alasan untuk mempersalahkan Yety.

Titik Balik Pertobatan Willy

Meski telah memiliki banyak uang dan menikmati kesenangan hidup, ada kekhawatiran yang begitu kuat menekan di dalam hatinya setiap hari. Ada ketakutan yang selalu menyerang yaitu takut mendekap di dalam penjara. “Jadi was was terus setiap hari. Setiap hari itu ada yang setor barang sama saya.”

Willy sadar sejak memperoleh uang yang berlimpah, rumah tangganya semakin jauh dari kebahagiaan. Selalu saja ada pertengkaran di antara dia dan Yety. Hal itulah membuat dia kembali berpikir untuk berhenti dari bisnis haram ini.

Diajak Ikut Retreat Gereja

Atas ajakan saudaranya yang sudah bertobat terlebih dulu dari kejahatan di masa lalu, dengan berat hati Willy ikut serta dalam sebuah retreat gereja. Awalnya dia mengaku tidak begitu tertarik dengan acara ini, namun ada satu momen yang membuat hatinya tersentuh dan mau mencari Tuhan. “Saya minta ampun sama Tuhan. Saya katakan, “Tuhan ampuni saya. Saya mau berubah. Tuhan ubahkan saya. Setelah saya pulang dari camp saya minta ampun sama istri. Saya memperbaiki hubungan saya,” tutur Willy mengenang memori pertama kali dia bertobat.

Sejak pertobatan itu, Willy akhirnya menyampaikan kepada Yety bahwa dia sudah mengambil keputusan besar untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai penadah barang curian. Willy dan Yety berani bayar harga untuk mengikut Tuhan, mereka berani kehilangan semua kesenangan dan kemewahan hidup demi melakukan hal yang baik di mata Tuhan.

Sejak pertobatan itu, hidup Willy diubahkan sepenuhnya. Rumah tangganya bahkan Tuhan pulihkan. Kini, dia dan Yety dikarunia dua anak dan mereka hidup sebagai keluarga yang dipenuhi sukacita dan kebahagiaan dari Tuhan. 

Sumber : Willy & Yety
Halaman :
1

Ikuti Kami