Picu Konflik Pasangan, Salahkah Pernikahan Beda Gereja?

Picu Konflik Pasangan, Salahkah Pernikahan Beda Gereja?

Lori Official Writer
6424

Saat berpacaran dan baru menikah, perbedaan rasanya tidak menjadi masalah. Dengan prinsip bahwa semuanya pasti akan bisa diatasi, termasuk perbedaan gereja diantara pasangan suami istri. Namun seiring waktu dan pernikahan ini dianugerahi anak, pasangan ini mulai dituntut dengan tradisi gereja dimana mereka ingin anak-anak mereka beribadah.

Perbedaan gereja kemudian menimbulkan konflik yang intens ketika kedua belah pihak ngotot mempertahankan gereja asal masing-masing. Tanpa disadari banyak pernikahan Kristen yang hancur dan retak hanya karena tidak menyelesaikan perbedaan sebelum menikah.

Meski begitu, tidak dimungkiri adapula pasangan yang memang tidak mempersoalkan perbedaan gereja. Meski pasangan beribadah di dua gereja yang berbeda, mereka tetap menikmati dan saling menghargai. Lalu pertanyaannya bagaimana Alkitab memandang pernikahan beda gereja ini? Apakah hal itu salah sesuai firman Tuhan?

Billy Graham dalam situs websitenya di https://billygraham.org menjawab pertanyaan ini, bahwa Alkitab tidak mengatakan apa-apa secara langsung tentang pernikahan beda gereja. “Jika hal itu mungkin, saya pasti mendesak setiap pasangan beribadah di gereja yang sama. Tidak hanya akan membantu mereka tumbuh lebih dekat satu sama lain dan kepada Tuhan, tetapi akan membantu anak-anak mereka belajar tentang Yesus,” tulis Billy Graham.

Dia mengisahkan bagaimana dia dan istrinya juga berasal dari gereja yang berbeda. Namun mereka akan selalu dengan senang hati menghadiri sebuah komunitas kecil di gereja mereka.

Perbedaan gereja mungkin sulit diterima dan kerap menimbulkan konflik bagi pasangan lain. Namun, akan lebih baik jika pasangan bisa mengambil solusi tepat daripada harus bertengkar. Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengambil waktu untuk berdoa bersama dan meminta Tuhan membimbing dan membantu mengetahui kehendak-Nya. Apakah akan mengikuti gereja pihak suami atau istri, atau tetap dengan perbedaan yang ada namun menyepakati anak-anak ikut dengan gereja pihak siapa.

“Jangan terlalu cepat menghakimi suatu gereja, tetapi mintalah Tuhan untuk membimbing Anda kepada apa yang disampaikan dan diajarkan dalam Alkitab, dan Anda bisa bersekutu dengan orang-orang percaya lainnya,” ucapnya.

Selain itu, pasangan juga harus berpikir tentang apa yang benar-benar dibutuhkan dari sebuah gereja. Apakah gereja yang bisa mengingatkan Anda untuk terus bertumbuh? Atau gereja dimana Anda bisa bertumbuh dalam iman dan melayani Tuhan? Namun di atas dari semua itu, hal terpenting adalah mengundang Yesus sebagai pusat dalam pernikahan dan keluarga Anda. Karena ketika hidup kita berpusat di dalam Kristus, perbedaan dapat diatasi. 

Sumber : Billygraham.org/focusonthefamily.com
Halaman :
1

Ikuti Kami