5 Langkah Untuk Bersatu dalam Mengasuh Anak

5 Langkah Untuk Bersatu dalam Mengasuh Anak

Budhi Marpaung Official Writer
1672
Saling berlawanan adalah gaya yang sebagian besar orangtua tahu dalam mengasuh anak. Mereka memercayai bahwa pola berbenturan adalah yang paling tepat untuk dipraktikkan di dalam mendidik dan membesarkan buah hati.

Jika ayah memandang bahwa waktu yang tepat untuk gadis ciliknya berkencan adalah pada usia 30 tahun, sementara ibu menilai bahwa tidak ada masalah berpacaran di usia muda karena pada umur tersebut ia pun telah suka dengan lawan jenis. Sebaliknya, bila ibu merasa bahwa memberikan uang kepada anak sebagai tanda apresiasi adalah hal yang keliru karena banyak buku yang mengajarkan hal itu, ayah justru tidak mau mendengarkan atau memercayai apa yang disampaikan di dalam buku.

Perbedaan gaya mendidik bisa menjadi hal yang baik karena itu akan menciptakan keseimbangan. Namun, bagaimana jika deferesiasinya terlalu jauh dan akhirnya menganggap justru salah satu pihak salah? Hilangnya rasa hormat, perasaan terpisah, dan kebingungan merasuk ke dalam hubungan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua saling mendukung dan bergerak bersama bagi buah hati mereka. Berikut ini 5 (lima) langkah untuk bersatu di dalam mengasuh anak:

1. Tinggalkan Beban Masa Lalu

Seorang ibu pada umumnya ingin menerapkan hal-hal baik yang bapaknya dulu pernah lakukan terhadap Anda. Sementara ayah, tidak ingin kesalahan yang dilakukan mamanya dahulu terulang di saat ia sebagai orangtua. Apapun kenangan atas masa lalu tersebut, alangkah lebih baiknya taruhkan itu di belakang Anda berdua. Janganlah itu diingat-ingat lagi karena hal tersebut bisa selalu memunculkan konflik.

2. Diskusikan poin yang menjadi konflik dengan contoh-contoh yang konkrit serta spesifik.

Sebagai orangtua, komunikasi terbuka dan saling menghargai adalah penting dikembangkan. Bila ada hal yang tidak Anda setujui dari apa yang dilakukan pasangan kepada anak Anda, jangan langsung menyerang.

Bicarakan baik-baik dengan suami/istri Anda tentang ketidaksetujuan Anda akan sesuatu atau yang kurang pas. Gunakan kata-kata yang lebih positif pada saat berdiskusi dan ungkapkan kesetujuan jika memang apa yang pasangan Anda lakukan untuk anak adalah baik adanya.  

3. Susun Misi Bersama dari Pendisplinan

Tujuan akhir dari mengasuh adalah kedewasaan anak. Orangtua perlu bersama-sama sepakat tentang pengertian kedewasaan yang mereka ingin lihat dari seorang anak. Jika sudah saling setuju, pakai tersebut sebagai landasan dalam setiap pendispilinan.

4. Sepakat dalam hal aturan-aturan, upah dan penalti/hukuman.

Jika pendisiplinan yang menyuarakan suatu hukuman tidak disetujui oleh salah satu pihak dari orangtua maka anak akan berpikir bahwa apa yang ia terima adalah sesuatu yang tidak masuk akal (dibuat-buat). Dianjurkan bagi orangtua untuk membuat daftar bersama konsekuensi atau pujian yang akan diberikan kepada buah hati. Pastikan bahwa daftar ini bisa Anda berdua jalani.

5. Sepakat untuk tidak menunjukkan kesetujuan di hadapan anak.

Sebagian besar orangtua akan saling mengetahui letak ketidaksetujuan masing-masing pada saat mendidik anak. Jika Anda diperhadapkan dengan hal ini, maka jangan langsung merespon. Dekatilah pasangan Anda dan tanyakan mengapa ia akhirnya melakukan itu kepada buah hati.

Jangan menyela dan pastikan Anda berdua saling mendengar isi hati/pandangan satu dengan yang lain. Hasil dari yang apa Anda dan pasangan lakukan, anak-anak pasti mendengarkan keputusan bersama yang Anda dan pasangan ambil.

Sumber : www1.cbn.com

Ikuti Kami