Melatih Lidah Memperkatakan Kebaikan

Melatih Lidah Memperkatakan Kebaikan

Lori Official Writer
6068

Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. (Amsal 10: 19)

 

Cara untuk mengekang lidah dari perkataan yang merusak dan kotor adalah dengan mengisinya dengan perkataan yang meneguhkan dan membangun, bukan menghancurkan dan melemahkan. Saat kita mengucapkan kata dengan sembarangan, kita sering menyemburkan perkataan yang tidak perlu yang justru melukai perasaan orang lain dan membuat mereka berpikiran negatif.

Cara terbaik untuk menangani kebiasaan buruk ini adalah mengendalikan lidah kita, dan membangun kosakata yang mendorong dan memberi kehidupan.

“Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan…. Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.” (Amsal 16: 21, 23-24)

Apakah Anda ingin mengisi perkataan Anda dengan hal-hal yang baik dan kudus? Berikut 3 tips yang bisa membantu Anda untuk menerapkannya:

1. Pastikan Hati Anda Berkenan Dihadapan Tuhan

Sebelum menyemburkan kata-kata dari mulut kita, perkataan itu dihasilkan dari pikiran. Untuk mengendalikannya, kita harus memastikan bahwa hati kita dalam kondisi baik. Artinya, pastikan tidak ada lagi ruang bagi kepahitan, kemarahan, kekecewaan, dan kebencian di dalamnya dan membuat hati kita teracuni.

Akuilah dosa-dosa tersebut dan berpalinglah kepada Tuhan. Ikutlah Dia dan renungkan firman dan kebaikan-Nya. Ingat, apa yang kita renungkan akan mengisi hati kita, dan apa yang mengisi hati kita akan meluap dari bibir kita. (Baca Matius 6: 23; Lukas 11: 34; Lukas 6: 45).

2. Baca dan Renungkan Firman Tuhan Setiap Hari

Tidak ada cara yang lebih efektif untuk mengubah perkataan kita menjadi benar selain mengisinya dengan perkataan Tuhan. Membaca kitab suci setiap hari dan merenungkannya dari senja hingga fajar menyambut pasti akan mengisi hati kita dengan kebaikan Allah. Dan ketika kita dipenuhi dengan firman Allah, kita akan lebih mudah mengucapkan perkataan yang diinginkan Tuhan.

Renungkan tentang Yesus dan orang-orang saleh yang tertulis dalam Alkitab. Mudah sekali bagi mereka mengucapkan firman Tuhan karena mereka menyimpannya di dalam relung hati mereka.

Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. (Mazmur 119: 11)

3. Dengan Penuh Kesadaran, Ganti Perkataan yang Tak Baik Dengan Bahasa yang Sehat

Kita tahu bahwa hidup di dunia fana ini dipenuhi dengan perkataan yang tidak sehat dan bahasa kasar.  Menjadi anak-anak Allah, bagaimanapun, berarti bahwa kita tidak akan serupa dengan dunia ini melainkan akan menjadi serupa seperti Kristus dalam karakter kita.

Karena proses perubahan untuk menjadi serupa dengan Kristus itu membutuhkan waktu seumur hidup, maka waspadalah untuk tidak menginvestasikan hidup kita untuk sesuatu yang salah, kotor dan bahasa yang tidak sehat. Kita bisa melakukannya dengan memilih untuk mengucapkan kata-kata yang kudus dan berkenan bagi Tuhan.

Memilih untuk terlibat dalam kehidupan yang saleh dan sehat, meliputi juga tentang jenis musik apa yang Anda dengarkan, jenis tontonan apa yang Anda lihat atau informasi apa yang mungkin mempengaruhi pikiran Anda. Ingatlah bahwa ‘jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.’ (Matius 6: 23)

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. (Efesus 4: 29)

Sumber : Ct/ls

Ikuti Kami