James Riady Ajak Semua Orang Manfaatkan Program Amnesti Pajak

James Riady Ajak Semua Orang Manfaatkan Program Amnesti Pajak

daniel.tanamal Official Writer
2399

Salah satu pengusaha besar nasional di Indonesia James Riady mengajak setiap orang untuk secepatnya memanfaatkan program amnesti pajak dan tidak perlu merasa takut. Bos Grup Lippo ini sendiri baru saja mendeklarasikan dan merepatriasi kekayaannya yang selama ini belum dilaporkannya dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), Jumat (2/9).

"Tidak perlu ditakutkan. Imbauan saya secepat mungkin datang untuk menyelesaikan proses ini untuk dimerdekakan. Untuk masuk dalam sistem pembangunan nasional ini,” kata James di Kantor Pajak Pratama Wajib Pajak Besar I di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

James mengaku telah menjadi orang yang "merdeka" setelah mengungkap harta tersembunyinya dan mendapatkan jaminan ampunan dari negara. Dirinya juga mengatakan bahwa sebagian besar aset yang selama ini disembunyikannya ternyata berada di dalam negeri. “90 persen dari apa yang dilaporkan untuk masuk sistem ini adalah dari dalam negeri. Karena memang selama ini kami fokus di dalam negeri,” ungkapnya.’

“Negara-negara perlu melakukan reformasi ekonomi struktural menggunakan kebijakan fiskal, salah satu yang dilakukan pemerintah adalah dalam sistem perpajakan. Ini suatu inisiatif yang luar biasa diperlukan,” ujar James mengawali konferensi pers.

Pengusaha yang juga dikenal banyak melakukan aksi sosial terhadap kekristenan di Indonesia itu meyakini reformasi ekonomi struktural bisa berhasil jika semakin orang yang masuk dalam sistem perpajakan. Secara khusus, reformasi melalui amnesti pajak diyakininya akan meningkatkan rasio penerimaan pajak, dari saat ini sekitar 12 persen menjadi 18-20 persen. "Dengan hal itu kita punya ruang gerak fiskal yang lebih baik untuk membiayai berbagai pembangunan negara,” jelasnya.

Menurutnya, inisiatif untuk ikut andil dalam reformasi ekonomi struktural ini dapat dimulai dengan mengikuti program amnesti pajak. Ia menganggap tax amnesty sebagai tombol reset (reset button) untuk memulai baru sistem perpajakan yang lebih baik.

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami