Peace Lover

Peace Lover

daniel.tanamal Official Writer
2393

Tersurat dalam Alkitab "Berbahagialah orang yang membawa damai..." Ada hubungan yang sangat erat antara kedamaian dan kebahagiaan. Tahukah Anda bahwa ketenangan batin adalah modal utama sukacita hidup? Hati yang tenang menghasilkan rasa senang. Hati yang bimbang bikin malam jadi panjang. Rasa aman membuat hidup terasa nyaman. Sebaliknya pikiran kalut bikin hidup jadi semrawut, kalang kabut.

Bagi hati yang tenang, apa saja bisa bikin kenyang. Saat hati senang sering kali lupa makan. Ketenangan dan kenikmatan masih ada hubungan saudara, keponakan. Nasi jagung ditemani sambal terasi dan 'gereh bakar' nikmatnya serasa makan di Cafe Jukung Jimbaran. Pikiran tenang dan hati senang merupakan obat yang manjur melawan masalah kurang tidur. Bagi orang damai, tidur diatas tikar tanpa bantal serasa seperti spring bed Americana.

Memiliki damai adalah syarat utama menjadi pembawa damai. Tidak mungkin Anda memberikan air jika tidak punya air, tidak mungkin aku bisa jadi juru damai jika tidak memiliki damai. Kalau dirumah sering 'eker ekeran' dengan suami, bagaimana mungkin bisa membawa damai dalam pelayanan? Kalau dengan diri sendiri tidak bisa akur, bagaimana bisa menjadi agen perdamaian bagi orang lain?

Untuk menjadi 'peace maker' Anda harus lebih dahulu menjadi 'peace lover'. Untuk menjadi pecinta damai, Anda harus bersahabat dengan 'sang Raja Damai. Setiap orang harus berusaha berdamai dengan Allah, sang Pemilik damai. Itulah sebabnya 'para pembrontak' sulit sekali menikmati kebahagiaan hidup. Dosa dan pelanggaran akan mencuri sukacita dan membuat hidup sengsara. Berdamailah dengan Allah sekarang juga.

Setelah itu berdamailah dengan diri sendiri. Nah, disinilah banyak yang tidak menyadari. Ada yang diam diam sedang berperang dengan warna kulit, hidung pesek dan lembe yang memble. Jangan pikir bisa berdamai dengan orang lain, jika dengan diri sendiri tidak bisa akur. Bagaimana mungkin Anda bisa bahagia jika tidak bisa menerima warna kulit, tinggi badan, raut muka sendiri?

Terimalah semua kenyataan ini, karena warna kulit dan hidung pesek itu bukan pilihan tetapi pemberian. Mengubah apa yang tidak bisa diubah hanya akan bikin hati resah. Terimalah, bersyukurlah dan nikmatilah hidup. Maka damai sejahtera yang melampaui segala akal akan memerintah hidup ini. Selamat berdamai....


Renungan Oleh:
Pendeta Paulus Wiratno


Sumber : Disunting seperlunya tanpa mengurangi atau menambah maksud penulisan, editing oleh Daniel Tanamal - Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami