Penggagas Perdamaian Israel – Palestina Tutup Usia

Penggagas Perdamaian Israel – Palestina Tutup Usia

daniel.tanamal Official Writer
3063


Penggagas perdamaian Israel – Palestina, Shimon Peres tutup usia di Tel Aviv pada Rabu (28/9/2016) Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 waktu setempat, di usia 93 tahun. Mantan Presiden Israel itu meninggal dunia karena stroke berat yang telah dideritanya selama ini.

Menurut Kantor berita Israel, INA, Peres telah dirawat di Sheba Medical Center sejak dua minggu lalu. Namun, seperti dilaporkan Reuters, kondisi Peres sempat membaik dan tiba-tiba kondisinya menurun drastis sejak Selasa (27/9/2016). Lahir di Polandia, 2 Agustus 1923, dengan nama asli, Szymon Perski bersama Keluargnya, migrasi ke Timur Tengah pada tahun 1934, dan menetap di wilayah yang sekarang bernama Israel.

Masuk menjadi anggota Partai Buruh, Peres lalu menjadi ketua partai tersebut sejak tahun 1950-an hingga tahun 2005. Setelahnya dia menjadi pendukung Partai Kadima. Bersama Yitzhak Rabin, yang kemudian menjadi PM Israel, dan Yasser Arafat, Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Peres memenangi hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1994, berkat kegigihannya untuk memperjuangkan perdamaian dengan Palestina.

Tahun 2007, Peres memenangkan pemilu nasional yang menjadikannya Presiden dan membuat posisinya di Partai Buruh semakin kuat dan tangguh untuk waktu yang tidak terbatas. Namun dunia tetap mengenalnya sebagai seorang penggagas perdamaian dari dua pihak yang hingga saat ini masih sulit untuk berdamai secara tegas dan selesai. Gagasan perdamaian yang dilakukannya bersama Arafat, dan Rabin dalam Persetujuan Oslo tahun 1994 hingga saat ini masih diimpikan terwujud oleh setiap pihak yang cinta perdamaian.



Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami