Saudara dan Sahabat

Saudara dan Sahabat

Paul Herwanto Contributor
2192

. . .  Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. ( Matius  22:39 )

Kisah ini terjadi di kota Ruyang, China. Untuk pertama kalinya Zhang Tianqin dan Zhang Shuangqin, perempuan kembar ini bertemu dan saling diperkenalkan kepada Jin Tiewa and Jin Zhubiao, dua orang pria kembar  oleh orang tua mereka pada usia 10 dan 13 tahun. Sejak saat itu orang tua mereka berjanji akan mengikat mereka dalam pernikahan, karena dalam  tradisi China ada kepercayaan bahwa pernikahan pasangan kembar akan membawa nasib baik dan keberuntungan. Mereka kemudian dinikahkan pada tahun 1962, dan hidup dalam rumah yang berdampingan dengan maksud agar dapat bekerja bersama-sama dan saling tolong menolong. Dalam satu foto kedua wanita terlihat sedang menjemur pakaian mereka, sedangkan kedua pria sedang menjemur jagung hasil panen kebun mereka, dan pada foto berikutnya terlihat mereka berempat sedang asik memipil jagung yang sudah kering.

Lima puluh tiga tahun sudah kedua pasangan kembar ini melewati kehidupan pernikahan mereka, dan mereka masih terlihat hidup dalam suasana persaudaraan dan persahabatan yang sangat indah. Mereka telah dikarunia lima orang anak laki-laki dan empat anak perempuan, dan mereka juga telah menjadi kakek dan nenek dari beberapa cucu. Tentunya kehidupan mereka tidak akan luput dari perbedaan pendapat dan keributan-keributan kecil, namun rupanya mereka adalah dua pasangan yang sungguh-sungguh memahami arti persaudaraan sekaligus persahabatan sehingga tidak membiarkan perbedaan merusak hubungan mereka. Kisah dua pasangan kembar di atas merupakan kisah yang sangat indah dan sulit ditemui sehingga kemudian diangkat menjadi sebuah topik berita. 

Ayat tentang mengasihi sesama sudah sangat kita hapal,  namun seringkali hanya menjadi slogan dan cenderung untuk menjadi semacam pencitraan semata kepada orang-orang diluar keluarga. Namun kisah pasangan kembar  di atas merupakan contoh nyata yang wajib ditiru kalau kita mau menjadi sahabat Allah dengan melakukan Firman-Nya, karena kasih dan persahabatan harus dimulai dari keluarga. [PH]

Tulisan ini adalah kontribusi dari visitor Jawaban.com, Anda juga dapat berbagi dan menjadi berkat dengan berbagi kisah inspiratif, kesaksian, renungan, pendapat Anda tentang isu sosial atau berita yang terjadi di lingkungan dan gereja Anda dengan menguploadnya langsung melalui fitur Berani Bercerita di Jawaban.com, info lebih jelas KLIK DISINI

Ikuti Kami