Paus Fransiskus Komentari Soal Penginjil yang Suka Berdebat

Paus Fransiskus Komentari Soal Penginjil yang Suka Berdebat

Lori Official Writer
2841

Setelah vokal menyoroti beragam kejadian yang melanda umat Kristiani di dunia, Paus Fransiskus baru-baru ini diketahui menyampaikan komentar soal kekeliruan yang dilakukan para penginjil dalam menyampaikan kebenaran iman melalui perdebatan dan adu argumen. Dia mengatakan bahwa penginjil sejati seharusnya hanya membuktikan kebenaran imannya melalui tindakan dan cara bertutur yang lemah lembut, penuh kasih dan tidak berhasrat untuk memenangkan argumen tertentu.  

Hal ini disampaikan Paus saat dirinya disodori pertanyaan menyangkut bagaimana sikap umat Kristen dalam menghadapi orang-orang yang tidak percaya Tuhan (Atheis). “Hal terakhir yang perlu Anda lakukan adalah mengatakan sesuatu! Mulai melakukannya, dan dia akan melihat apa yang sedang Anda lakukan dan dia akan bertanya tentang hal itu; dan ketika dia bertanya, maka jawablah,” terang Paus melakukan misa di kediamannya di Casa Santa Marta pada Jumat (9/9) pekan lalu.

Dia menjelaskan, semua orang Kristen memiliki kewajiban untuk menginjili. Namun bukan berarti penginjilan dilakukan dengan mengetuk pintu tetangga (yang belum mengenal Tuhan) lalu mengatakan ‘Kristus telah bangkit!’. Penginjilan berbicara soal iman, menyampaikan dengan lemah lembut, dengan cinta, tanpa keinginan untuk memenangkan argumen, tetapi secara gratis seperti yang diberikan Tuhan kepada saya. Itulah arti sesungguhnya dari penginjilan.

Paus Fransiskus menolak anggapan bahwa memenangkan jiwa bagi Tuhan adalah sebuah ‘kemegahan’. Karena menginjili seharusnya dimakna seperti apa yang disampaikan rasul Paulus dalam 1 Korintus 9: 16 katanya, “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”

Paus menjelaskan bahwa memberitakan injil adalah suatu keharusan, bukan malah untuk memegahkan diri sendiri.

Sumber : Christiantoday.com

Ikuti Kami