Inilah Alasan Mengapa Anak-anak Anda Menjadi Penakut

Inilah Alasan Mengapa Anak-anak Anda Menjadi Penakut

daniel.tanamal Official Writer
3743

Setiap orangtua pastinya berharap agar setiap anak-anak mereka memiliki sifat keberanian. Terutama dengan perkembangan jaman yang begitu bebas, dimana ruang yang membahayakan semakin terbuka dan resiko terpapar hal negatif begitu besar. Seorang anak yang meimiliki keberanian, setidaknya sudah dapat membuat para orangtua sedikit bernapas lega. Namun bagaimana jika anak anda adalah seorang penakut?

Ini tugas kita sebagai orangtua untuk mengetahuinya. Ternyata sifat penakut ini salahsatunya terbentuk dari pola pengasuhan dari keluarga, terutama orangtua. Sebagaimana anak-anak pemberani belajar dari orang-orang penting dalam kehidupannya khususnya kedua orangtuanya, anak-anak penakut juga memperoleh sifat penakut dengan cara yang sama. Bagaimana terjadinya pembelajaran dalam pengasuhan tersebut?

Dosen Universitas Sanata Dharma, Y. Heri Widodo, yang Pemilik Taman Penitipan Anak Kerang Mutiara, Yogyakarta, memaparkan hal tersebut.

Mengendalikan perilaku anak dengan menakut-nakutinya

Ternyata, secara sadar atau tidak, orangtua seringkali menggunakan cara-cara yang kurang sehat dalam mengendalikan perilaku anak. Contohnya, sda yang menghadirkan sosok seram dalam imajinasi anak misalnya hantu atau orang gila yang akan menculiknya supaya anak mau tidur. Atau mengancam akan memberitahukan perilaku anak yang tidak mau menghabiskan makanan pada figur-figur yang tampaknya ditakuti anak misalnya guru, polisi, dan semacamnya.

Intinya, orangtua berusaha membangkitkan rasa takut anak terhadap sosok-sosok tertentu baik sosok imajinatif maupun nyata sebagai ancaman untuk dapat mengendalikan perilaku anak sehingga anak berperilaku sesuai dengan keinginan orangtua.

Dengan menakut-nakuti anak dengan figur atau situasi seperti itu, anak akan melihat dunia secara umum menjadi tempat yang menakutkan. Akibatnya anak akan menjadi pribadi yang cenderung penakut.

Meniru Orangtua yang juga  Penakut

Ternyata, rasa takut pada anak juga bisa dibentuk lewat mengamati reaksi orang-orang penting dalam hidupnya, khususnya kedua orangtuanya, ketika menghadapi sesuatu. Contohnya, saat orang-orang penting dalam kehidupan anak menunjukkan reaksi takut pada sesuatu, maka anak belajar bahwa sesuatu yang sedang dihadapi orang-orang tersebut adalah sesuatu yang mengancam sehingga perlu dijauhi.

Anak akan sering melihat reaksi-reaksi ketakutan yang ditimbulkan oleh orangtua penakut, sehingga mereka mempelajari dan meniru reaksi-reaksi tersebut baik dalam bentuk, frekuensi, maupun intensitasnya. Contoh, orangtua takut ketinggian, anak akan langsung berpikir bahwa ketinggian merupakan sesuatu yang mengancam dan harus dihindari. Pada akhirnya, hal itu menjadi sbuah ketakutan tersendiri dimata anak.


Sumber : Berbagai Sumber

Ikuti Kami