Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
20560


Percayakah Anda bahwa Tuhan masih menjawab doa dan melakukan mukjizat hingga hari ini? Jika Anda sudah mulai meragukan kuasa dan kehadiran Tuhan dalam kehidupan, maka kisah yang dialami keluarga Amy ini akan memberikan pandangan baru kepada Anda. 

Amy dan keluarganya sedang liburan di sebuah kabin di wilayah Gunnison River, Colorado, sebuah tradisi yang dilakukan keluarga mereka tiap perayaan kemerdekaan Amerika serikat pada 4 Juli. Tetapi saat Amy membawa tiga anaknya untuk bersiap tidur, ia baru menyadari bahwa anaknya ang berusia dua tahun tidak ada di tempat tidur. Amy keluar dan mencari putranya itu, ia memeriksa halaman dan seluruh rumah namun ia tidak menemukannya. 

Amy kemudian memanggil semua anggota keluarganya dan mencari di sekitar rumah.

"Saya merasa sangat ketakutan, panik terhadap apa yang sangat saya takut. Anda tahu, 'Kita tidak bisa menemukannya dan saya tidak akan pernah tahu apa yang terjadi.'"

Setelah 25 menit Amy mendengar suara tangisan dari saluran irigasi, namun bukan suara anaknya, tetapi sepupunya yang menggendong putranya yang sudah tidak bernafas lagi. Dia menemukan putranya, Gore tenggelam di saluran irigasi dan tersangkut kayu. Ibu Amy segera memanggil 911, sedangkan ayahnya yang seorang pensiunan ahli bedah dan sepupunya Suzane yang berprofesi sebagai perawat melakukan nafas buatan. 

Suzane berkata, "Dia sudah tidak bernafas. Dia sudah tidak memiliki detak jantung. Pipinya yang biasanya kemerahan, dan sekarang sudah tidak lagi. Dia benar-benar pucat - dia sudah mati."

Ketika ambulan datang 15 menit kemudian, Gore masih tidak ada detak nadinya. Saat itu Amy berpikir bahwa semuanya sudah berakhir. Yang membuat situasi menjadi lebih berat bagi Amy adalah suaminya saat itu sedang bekerja di Denver, 4 jam perjalanan jauhnya dari mereka. Ibu Amy menghubungi menantunya itu dan hanya berkata, "Gore tenggelam," dan setelah itu telephone itu terputus. 

Dave suami Amy yang menerima telephone itu segera naik mobil dan menuju rumah sakit. "Pada saat itu hanya ada aku dan kaca depan mobil dan Tuhan dimana saya berteriak, 'Jangan ambil dia!'" demikian ungkap Dave. 

Dave mendapati Amy bersama keluarga dan sahabat di ruang tunggu rumah sakit sedang berdoa. Mereka berseru agar bocah usia 2 tahun itu bernafas lagi dan jantungnya berdetak lagi. Sekitar hampir 1 jam, seorang perawat memberi tahu bahwa jantung anak itu berdetak kembali. 

Gore kemudian dipindahkan dengan helikopter ke rumah sakit anak di Denver ditemani Dave. Sedangkan Amy dan keluarganya mengejar menggunakan mobil. Namun ketiga tiba di rumah sakit, dokter memberi kabar yang membuat hati Dave hancur. Putranya kemungkinan mengalami disfungsi otak atau bahkan kematian otak. Kesempatan hidupnya hanya 1 persen.

Ketika Amy dan keluarganya tiba di rumah sakit, Gore sudah dipasang ventilator dengan harapan hidup kecil. Dokter menyarankan sebuah cara yang sebenarnya masih dalam tahap peneltian. Yaitu mereka akan menurunkan suhu tubuh Gore selama 48 jam untuk mengurangi pembengkakan di otaknya. Hampir putus harapan, keluarga sempat berpikir untuk mendonorkan organ tubuh Gora. Saat itu Amy benar-benar hancur dan berseru kepada Tuhan, "Tuhan, saya ingin kesembuhan total." 

Ditengah seruan doanya, Amy mendengar suara Tuhan yang berkata, "Aku memegang kendali sepenuhnya. Aku memegang kendali sepenuhnya."

Akhirnya Amy dan Dave menyetujui saran dokter, dan selama 48 jam keluarga dan teman di berbagai negara berdoa untuk Gore. Setelah perawatan selesai dilakukan, suhu tubuh Gore dikembalikan ke normal dan akhirnya membuka matanya. 

"Saya seperti 'Oh tuhan, saya tahu Engkau besar, tetapi ini sangat besar. Ini lebih besar dari apapun yang kami bisa, sebagai manusia, bisa bayangkan.'"

Esok harinya dokter mencabut ventilator Gore dan melakukan MRI. Dave kemudia mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan. 

"Kami mendapatkan panggilan telepone untuk hasil MRI dan, Anda tahu, mereka berkata, 'Tidak ada abrnormalitas.'"

Amy mengungkapkan, "Mendengar bahwa tidak ada yang abnormal atas anak yang berada di bawah air selama 20 menit dan 50, 55 menit tanpa detak jantung dan tidak mengalami sedikit pun abnormal pada otaknya adalah - saya tahu, saya tahu ini karena Tuhan. Saya tahu Dia telah menjawab doa saya."

Setelah satu bulan menjalani rehab, Gore keluar dari rumah sakit. Keluarganya percaya hanya ada satu penjelasan atas yang dialami Gore, yaitu mukjizat. Kini Gore telah berusia 8 tahun, sehat dan aktif. Dia tidak ingat apa yang terjadi saat usia 2 tahun, namun dia memberi tahu teman-temannya bahwa saat usia 2 tahun ia jatuh di parit dan mengalami mukjizat. 

Jadi, percayalah bahwa mukjizat masih terjadi hingga hari ini! Tuhan itu hidup dan mendengar seruan doa kita. Apapun yang sedang Anda hadapi hari ini, masalah sesulit apapun, Anda bisa berseru kepada Tuhan Yesus Kristus dan memohon pertolongan dari-Nya, sama seperti Amy dan Dave. 

Sumber : CBN.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Wiadnyana Legawa 20 September 2019 - 06:51:50

Tuhan penolongku

0 Answer

Nur Ramadhani 18 September 2019 - 19:28:33

Tuliskan apa saja yg ada didalam diri anda?

0 Answer

Wang barry 18 September 2019 - 18:09:25

Bagaimana ketika kita menyerahkan persoalan kepada.. more..

0 Answer


Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Banner Mitra September week 3


7277

Banner Mitra September week 3