Teror Bom di Gereja Katolik Medan, PGI Minta Umat Tidak Terpancing

Teror Bom di Gereja Katolik Medan, PGI Minta Umat Tidak Terpancing

daniel.tanamal Official Writer
1769

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) meminta agar umat Kristiani di seluruh nusantara untuk tetap tenang dan tidak terpancing untuk melakukan balas dendam, terkait dengan teror bom yang terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, di jalan Dr Mansyur Nomor 75, Medan, Sumatera Utara, Minggu pagi (28/8).

Hal itu dikatakan Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom yang menyebut bahwa kejadian ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan persoalan antar agama. "PGI mengimbau seluruh umat, khususnya seluruh umat kristen untuk tidak terpancing upaya balas dendam. Kita imbau tidak melihat peristiwa ini sebagai upaya serangan kelompok Muslim kepada umat Kristen. Tidak ada Kristen versus Islam!,” tegasnya, seperti dirilis JawaPos.com, Senin (29/8).

Menurutnya, melalui kejadian adalah murni persoalan bangsa yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Bahkan dirinya mendorong agar setiap anak bangsa untuk bahu-membahu menghadapi persoalan teror yang terus-menerus terjadi di Indonesia. "Ini masalah bangsa dengan yang tidak setuju dengan perdamaian dan Pancasila," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebuah ledakan berkekuatan rendah terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph Medan saat ibadah minggu pagi hampir selesai. Ledakan berasal dari bom didalam ransel yang dibawa oleh pelaku bernama Ivan Armadi Hasugian (18). Pelaku bahkan sempat menusuk lengan kiri pendeta setempat bernama Pastor Albert Pandiangan OFM Cap (60). Jemaat pun segera menangkap pelaku, dan aparat kepolisian segera melakukan penyisiran gereja. Tim Penjinak Bahan Peledak Polda Sumut pun setelahnya meledakkan bahan peledak yang masih tersisa di halaman gereja.

Saat ini pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.



Sumber : JawaPos

Ikuti Kami