Perjalanan Iman Gitaris Band Metal Korn Brian 'Head' Welch Yang Cadas

Perjalanan Iman Gitaris Band Metal Korn Brian 'Head' Welch Yang Cadas

Puji Astuti Official Writer
7010

Siapa sangka pria dengan rambut gimbal, bertato dan bertampang sangar seperti Brian 'Head' Welch memiliki hubungan yang indah dengan Tuhan Yesus Kristus. Welch adalah gitaris band metal Korn, sebuah band aliran cadas yang mungkin tidak begitu akrab ditelinga pengunjung gereja. Namun penampilan bukanlah ukuran bagi Tuhan, karena barang siapa mencari Dia akan mendapatkan-Nya. 

Di tahun 2005, Brian 'Head' Welch membuat keputusan radikal setelah sebelumnya bergulat dengan kecanduan narkoba, dia memutuskan untuk meninggalkan band Korn yang telah membawanya kepada ketenaran dan kekayaan. Untuk apa? Untuk imannya. Saat itu adalah awal-awal pertobatannya, dia meninggalkan band yang ia dirikan bersama rekan-rekannya untuk berjalan bersama Yesus. 

Dalam buku terbarunya yang dirilis pada bulan Mei 2016 lalu yang berjudul "With My Eyes Wide Open: Miracles and Mistakes on My Way Back to Korn," Welch menginspirasi pembacanya untuk tidak pernah melepaskan imannya sekalipun mereka melewati ujian dan harus menghadapi akibat dari keputusan yang buruk di masa lalu. 

Ayah dari remaja usia 17 tahun tersebut mengungkapkan bahwa kehidupannya setelah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat tidaklah mulus, ada banyak kesukaran yang dialaminya. Mulai dengan kondisi putrinya yang  mengalami masalah depresi dengan melukai dirinya sendiri yang membuat hatinya sebagai seorang ayah hancur, hingga kesulitan keuangan yang menerpanya. 

Dalam wawancara dengan CBN.com, bahwa kesimpulan dari buku barunya itu adalah tentang "pemulihan" yang ia alami dari hidupnya. 

"Saya berjumpa dengan Tuhan di tahun 2005 dan merasakan kebaikan-Nya. Kenyataannya mata saya terbuka sehingga bisa memandang-Nya. Namun kemudian beberapa hal menjadi kacau dalam hidup saya dan saya tidak bisa mengerti. Saya berjalan melewatinya, membaca Alkitab dan saya mengerti banyak hal diantaranya, namun saya tidak bisa melihat gambaran besarnya. Jalan Tuhan bukan jalan kita. Dan melihat Dia membimbing saya melewati berbagai kesulitan; Itu aneh karena iman dan rasa takut campur aduk. Saya meminta Tuhan untuk menumbuhkan iman saya dan yang kemudian yang saya tahu uang saya tiba-tiba bersayap dan lenyap. Semua rasa takut itu muncul kepermukaan dan saya bertanya-tanya apakah (Tuhan) itu nyata? Muncullah semua keraguan dan setelah beberapa tahun saya menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan memulihkan segala sesuatu. Tuhan tidak akan menghancurkan sesuatu kecuali Dia ingin membangunnya kembali. Itulah mengapa saya menyebutnya pemulihan. Itulah yang terjadi dalam hidup saya. Dia memulihkan semua hubungan dalam keluarga saya, hubungan dengan teman-teman saya, segala hal berhubungan dengan keuangan, serta melihat putri saya melalui hal yang sama. Roma 8:28 berkata, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Selain itu, Welch berujar bahwa di bukunya "With My Eyes Wide Open" ini ia menjelaskan apa yang menjadi alasannya kembali ke band Korn setelah 8 tahun meninggalkannya, walau orang berpikir bahwa setelah hidupnya berubah drastis kembali ke band metal tersebut bukanlah lingkuangan yang tepat untuknya. 

"Itu cuma keadaan. Mungkin terlihat sangat besar tetapi band saya (Love and Death) sedang tour bersama P.O.D. Mereka Kristen tetapi mereka tidak bermain untuk pasar Kristen. Tuhan menempatkan mereka di mainstream. Saya bersama mereka dan secara kebetulan saya naik bus tour dan berada di fastival besar dimana Korn bermain juga. Hal yang terjadi kemudian saya merekam lagu bersama mereka. Saya merasakan kasih untuk semua orang dan saya melihat bagaimana semua berbeda. Saya berakhir bermain satu lagu bersama mereka di panggung dan kemudian mereka meminta saya kembali. Awalnya saya menolak karena saya telah meninggalkan mereka dan berjalan di jalan saya sendiri selama delapan tahun. Saya tidak punya keinginan untuk kembali. Saya katakan tidak. Jadi, setelah berkonsultasi, berdoa dan berpikir tentang hal itu, menjadi jelas bagai saya bahwa ini waktunya. Saya tidak tahu untuk berapa lama hal ini tetapi hal ini sungguh indah. Tetapi ini liar. Yesus liar dalam kitab Injil dan melalukan sesuatu yang tidak disukai orang Farisi. Saya tidak mencoba melakukan hal itu tetapi saya mengikuti Dia dan sepertinya Dia melakukan hal itu dalam hidup saya. Tuhan seperti berkata  di kepala saya bahwa ini adalah hal yang benar untuk dilakukan," demikian jelasnya. 

Saat ditanya tentang iman dan dampaknya bagi teman-temannya di band Korn, karena pemain bass mereka Fieldy (Reginald Arvizu) juga telah lahir baru, Welch bertutur

"Semua orang di band (Korn) percaya Tuhan tetapi saya tidak pasti dimana posisi mereka. Beberapa telah pergi ke gereja atau bertanya tentang gereja. Semua orang terbuka tentang iman. Hanya saja.. dari apa yang saya lihat.. juga dengan para fans, ada banyak kerusakan yang disebabkan oleh orang Kristen di media yang sama sekali tidak bertindak seperti orang Kristen. Jadi, orang menjadi skeptis tetapi saya percaya Tuhan sedang membuat wajah baru bagi gereja. Dia memulihkan segala sesuatu. Kita semua kacau dan melalukan hal-hal bodoh dalam nama-Nya. Saya tahu saya juga melakukannya. Dia memulihkan hal itu. Hal utama bagi saya dan Fieldy adalah bagaimana kami menjangkau para fans. Ada beberapa orang dalam Korn yang... saya sangat tidak bisa membicarakannya tetapi mereka sedang mengalami sesuatu yang sangat pribadi. Tuhan sedang bekerja dalam hidup mereka. Tetapi pada ribuan fans, pada hal itu Tuhan mau kami fokus. Dengan proyek media dan sesudah konser kapan saja kami bisa dan kapan saja Tuhan menuntun. 

Bagi Brian 'Head' Welch pencapaian terbesarnya dalam hidup ini bukanlah ketenaran, uang ataupun jumlah penjualan album lagi, tetapi "Mempersembahkan hidup saya dan mengijinkan yesus memakai hidup saya bagaimanapun Ia mau adalah pencapaian terbesar saya. Atas putri saya, atas band saya, semuanya. Jujur, itu adalah hal yang terbesar. Saya memberikan segala pujian bagi Tuhan karena anugrahnya tidak pernah habis. Ini adalah pergumulan terbesar bagi setiap orang, memberikan hidupnya sepenuhnya untuk Dia. Bukan hanya saya. Ada jutaan dan jutaan orang yang melakukan hal yang sama. Tetapi ini jelas pencapaian terbesar saya dan melihat buahnya bersama berjalannya waktu. Saya tidak sabar menanti untuk melihat bagaiman Dia memakai sisa hidup saya." 

Sumber : CBN.com | Rollingstone.com
Halaman :
1

Ikuti Kami