Peringatan Kehidupan

Kata Alkitab / 25 August 2016

Kalangan Sendiri

Peringatan Kehidupan

Mega Permata Official Writer
5061

Kala itu ada seorang pemuda nan kaya raya, ia baru saja membeli mobil mewah berjenis mini cooper berwarna merah. Dengan hati yang berbunga-bunga pemuda ini langsung mengemudikannya. Mini cooper adalah jenis mobil kesukaannya, ia akan sangat berhati-hati dalam mengendarai mobil itu. Sebelum membawanya pulang ke rumah, ia menyempatkan untuk berkeliling sambil menikmati mobil barunya tersebut.

Dengan sedikit kecepatan penuh ia menyusuri jalanan sepi dan berkelok, tiba-tiba terdengar benturan dari arah kiri, dilihatnyalah kaca spion retak. Kaget melihat itu, sang pemuda langsung memberhentikan mobilnya, melirik ke kaca belakang dan dilihatnya seorang anak kecil perempuan. Seketika ia langsung turun berjalan ke arah anak kecil itu dengan wajah penuh amarah.

“Hey anak kecil, apa kau yang tadi melempar sesuatu ke kaca mobilku?” tanya pemuda itu. Lalu jawab, “Iya om..”. “Apa kau tahu itu mobil baruku, itu mobil kesayanganku. Lihat perbuatanmu itu, kaca spion ku hancur!” teriaknya sambil menunjuk kaca spion mobil.

Sang anak tampak ketakutan dan berusaha minta maaf, “Maaf om, tapi saya tidak tahu harus melakukan apa lagi karena tak ada seorang pun mau berhenti…” Dengan air mata yang mulai membasahi pipinya, anak itu menunjuk ke suatu arah dan berkata, “Itu di sana ada kakakku, tadi kami bersepeda lalu tergelincir, aku selamat tapi kakakku jatuh terperosok di bawah sana.”

“Aku tidak bisa menyelamatkan karena terlalu susah. Maukah om menolong saya dan kakakku di bawah sana? Orangtua kami pasti sedang panik,” air matanya terus mengalir dan berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. 

“Baiklah, kau tenang disini biar aku ke bawah menolongnya.” Segeralah ia berlalu menolong anak yang terjatuh itu. Selang berberapa waktu, pemuda ini berhasil membawa anak tersebut ke atas dan segera membawanya ke rumah sakit bersama anak perempuan itu dengan mobil kesayangannya tanpa spion.

Sahabat, kita bisa belajar dari kisah ini. Sama dengan halnya kendaraan, hidup kita akan selalu berputar dan dipacu untuk tetap berjalan. Dalam hidup juga akan melewati berbagai macam hal dan kenyataan karena itu jangan melaju hidup yang terlalu cepat karena seseorang akan melemparkan batu untuk memperingatkan kita. Kadang kita terlalu sibuk dengan urusan pribadi, memacu hidup dengan berfoya-foya hingga lupa apa yang terjadi di luar sana terlebih pada Tuhan. Kadang memang harus ada yang “melemparkan batu” untuk kita agar mau berhenti dan tersadar sejenak. Jadi, semuanya terserah pada Anda, mau mendengar perintah dan kehendak-Nya atau menunggu sampai ada yang melemparkan batu-batu itu pada Anda. 

Sumber : Renunganharian/Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami