Tokoh Kristen Ini Ajak Umat Kristiani Aktif dalam Berorganisasi
Sumber: http://www.beritabethel.com

Nasional / 22 August 2016

Kalangan Sendiri

Tokoh Kristen Ini Ajak Umat Kristiani Aktif dalam Berorganisasi

Lori Official Writer
4918

Hakim Agung Profesor Dr. Gayus Lumbuun mengajak umat Kristiani (Kristen dan Katolik) untuk terlibat aktif dalam berbagai ranah politik bangsa. Menurutnya, kesempatan itu bisa dilakukan dengan terlibat aktif dalam organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyakarat (LSM), organisasi gereja dan juga sebagai jurnalis di media massa.

Prof. Gayus menyampaikan hal ini saat menghadiri diskusi bersama Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) yang mengangkat tema tentang kondisi gereja setelah 71 tahun merdeka yaitu ‘Peranan Umat Kristiani Dalam Mengisi Kemerdekaan RI’ di Graha Bethel Jakarta Pusat pada Kamis (18/8) pekan lalu.

“Jika tak memungkinkan dan tak punya peluang masuk di suprastruktur, bisa masuk ke infrastruktur politik seperti Organisasi Kemasyarakatan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Gereja dan bisa juga masuk menjadi wartawan di lembaga media massa yang formal maupun jurnalisme warga di media sosial,” ucapnya, seperti dilansir Berita Moneter.

Diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh Kristiani dan pemimpin gereja ini terbilang alot. Sesuai dengan tema yang diusung, pernyataan Prof Gayus bahkan senada dengan apa yang disampaikan oleh Pastor Charles Beraf SVD, DR. Jhon Palinggi (Pengusaha dan Sekjen DPP BISMA (Badan Interaksi Sosial Masyarakat)) dan Prof. Dr. Marten Napang SH, MH, Msi.

Pastor Charles menuturkan, umat Kristen harus berani melakukan gebrakan sosial. Karena itulah peran panggilan setiap umat Kristen. Pernyataan ini ditimpali oleh Jhon Palinggi dengan mengajak umat Kristen untuk berani berdiri melawan tekanan. Contoh sederhananya jika ada penutupan gereja ataupun perusakan dan pembakaran, maka terlebih dahulu mempertanyakan: Siapa pengurus gereja tersebut? Mengapa kejadian itu bisa terjadi? “Penutupan gereja adalah indikasi tidak jalannya peran umat Kristen di tengah-tengah masyakarat yang majemuk,” ucap Prof. Jhon.

Selain itu, Prof. Marten berpendapat bahwa umat Kristiani harus menonjolkan sisi kemajemukannya dalam bersosialisasi di tengah masyakarat. “Jika kita menonjolkan monokultural maka yang terjadi adalah radikalisasi agama, korupsi dan menumpas yang minoritas,” tandasnya.

Selain tokoh Kristiani dan pemimpin gereja, diskusi ini juga dihadiri oleh Ketua Majelis Pertimbangan PGI, Pdt. DR. Nus Reimas. Pihak FKKJ, selaku pelaksana acara berharap diskusi ini bisa memberikan pandangan dan informasi baru kepada seluruh umat Kristiani di tanah air.

Sumber : Beritamoneter.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami