Duh, Pendeta Ini Meninggal Saat Coba Puasa 40 Hari Seperti Yesus

Duh, Pendeta Ini Meninggal Saat Coba Puasa 40 Hari Seperti Yesus

Lori Official Writer
10597

Pendeta asal Afrika Selatan, Alfred Ndlovu (44) meninggal dunia setelah mencoba meniru puasa Yesus selama 40 hari 40 malam. Seperti dikabarkan, kondisi kesehatan Ndlovu semakin menurun setelah 30 hari menjalankan puasa tanpa makan dan minum sampai akhirnya nyawa sang pendeta tak tertolong akibat kekurangan gizi parah.

Tubuh Ndlovu ditemukan tak lagi bernyawa di padang gurun Afrika oleh seorang pejalan kaki yang lewat. Penemuan itu akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian kemudian memberitahukannya kepada pihak keluarga dan jemaat gereja.

“Dia adalah orang yang sangat rohani. Sangat disayangkan dia harus meninggal dengan cara seperti ini. Setelah satu bulan (pergi), kami menerima kabar menyedihkan bahwa dia telah meninggal,” ucap salah satu kerabat terdekatnya.

Menurutnya, Ndlovu adalah pria yang sangat sehat dan rohani. Dia bahkan terlihat sangat muda dari usianya. Jemaat gereja menganggap pria tersebut sebagai seorang yang memiliki iman yang mampu memindahkan gunung.

Seperti dipublikasikan dalam surat kabar lokal, Buzz, Ndlovu awalnya mencoba berpuasa seperti Yesus dengan tujuan untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas pelayanannya. Dia lalu meninggalkan rumah untuk melakukan perjalanan rohani sejak 17 Juni 2016 silam. Selama puasa, dia menjalankan puasa dengan meninggalkan segala kebutuhan dunia dan fokus pada Tuhan dengan mengasingkan diri untuk berdoa. Sebelum memulai puasa, pendeta ini dinyatakan sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit.

Dalam Perjanjian Baru dituliskan tentang waktu Yesus berpuasa di padang gurun. Saat itu, Ia dicobai sebanyak tiga kali oleh iblis. Lalu Yesus berhasil menolak tawaran tersebut dan tetap setia menaati kehendak Allah dalam hidup-Nya. Alkitab mencatat bahwa Musa dan Elia juga merupakan tokoh Alkitab yang mampu melewati proses puasa, doa dan pengujian di padang gurun.

Berdasarkan telaah sejarah, angka 40 dalam Alkitab dikaitkan dengan lama proses ujian yang dialami bangsa Israel saat melewati Padang Gurun. 

Sumber : Christiantoday.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami